asiawebawards.com
  • 2026-08-07 09:43:29 +0000 UTC

    Aug 07, 2026

    Cara makan gorengan dengan sehat dan terlepas dari rasa khawatir

    Jakarta (ANTARA) - Gorengan menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari bakwan, tempe goreng, tahu isi, pisang goreng, hingga risoles, makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat dan cocok disantap kapan saja.

    Meski rasanya lezat, gorengan sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan. Proses menggoreng membuat makanan menyerap minyak sehingga kandungan kalori dan lemaknya meningkat. Bila dikonsumsi terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

    Namun, bukan berarti Anda harus menghindari gorengan sepenuhnya. Dengan cara yang tepat, gorengan masih bisa dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Berikut beberapa tips makan gorengan yang lebih sehat.

    Baca juga: Studi temukan kentang goreng beresiko tingkatkan kecemasan dan depresi

    Baca juga: Tak masalah orang santap gorengan asalkan tahu pilih minyak

    1. Batasi jumlah yang dikonsumsi

    Kunci utama menikmati gorengan adalah tidak berlebihan. Sebaiknya cukup konsumsi satu hingga dua potong sebagai camilan atau pelengkap makan, bukan sebagai menu utama.

    Mengontrol porsi membantu mengurangi asupan kalori dan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh.

    2. Pilih gorengan yang baru dimasak

    Jika membeli gorengan, pilih yang baru selesai digoreng. Gorengan yang sudah terlalu lama dipajang biasanya memiliki kandungan minyak lebih banyak dan kualitasnya bisa menurun.

    Selain itu, hindari membeli gorengan yang tampak terlalu gelap atau gosong karena proses pemanasan berlebihan dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan.

    3. Hindari minyak yang digunakan berulang kali

    Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas minyak goreng. Penggunaan minyak secara berulang dapat menghasilkan senyawa hasil oksidasi yang berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan.

    Jika membuat gorengan sendiri di rumah, gunakan minyak yang masih layak pakai dan hindari memakainya berkali-kali.

    4. Tiriskan minyak sebelum dimakan

    Setelah digoreng, tiriskan gorengan menggunakan rak peniris atau alas tisu dapur agar minyak berlebih dapat terserap.

    Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi jumlah minyak yang ikut dikonsumsi.

    Baca juga: Dokter : gorengan bukan tidak boleh sama sekali tapi diminimalisir

    5. Pilih bahan yang lebih bergizi

    Tidak semua gorengan memiliki nilai gizi yang sama. Sebaiknya pilih gorengan berbahan tahu, tempe, atau sayuran karena masih mengandung protein maupun serat.

    Sebaliknya, batasi gorengan yang menggunakan banyak tepung atau memiliki isian tinggi lemak, seperti sosis atau daging olahan.

    6. Lengkapi dengan sayur dan buah

    Jika makan gorengan sebagai bagian dari menu makan, jangan lupa menambahkan sayuran dan buah-buahan.

    Serat dari sayur dan buah membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan.

    7. Perbanyak minum air putih

    Setelah mengonsumsi makanan berminyak, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi dengan minum air putih yang cukup.

    Air putih memang tidak dapat "menetralisir" lemak yang sudah dikonsumsi, tetapi membantu menjaga hidrasi tubuh dan mendukung proses metabolisme secara keseluruhan.

    8. Jangan jadikan kebiasaan setiap hari

    Sesekali menikmati gorengan tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang yang sehat. Namun, konsumsi setiap hari sebaiknya dihindari.

    Sebagai variasi, Anda bisa memilih metode memasak lain seperti merebus, mengukus, memanggang, atau menggunakan air fryer untuk mengurangi penggunaan minyak.

    Menikmati gorengan tetap perlu bijak

    Gorengan memang sulit dipisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia. Meski begitu, menjaga pola makan tetap menjadi hal yang penting agar manfaat kesehatan jangka panjang tidak terganggu.

    Para ahli menyarankan agar konsumsi makanan yang digoreng dibatasi karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular apabila dikonsumsi terlalu sering. Oleh karena itu, menikmati gorengan sesekali dengan porsi yang wajar, menggunakan minyak yang baik, serta diimbangi makanan bergizi merupakan pilihan yang lebih bijak.

    Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, Anda tetap bisa menikmati gorengan favorit tanpa harus merasa bersalah, selama pola makan sehari-hari tetap seimbang dan disertai gaya hidup aktif.

    Baca juga: Memulai hari tanpa gorengan, makanan kukus-rebus kian diminati

    Baca juga: Makan gorengan saat berbuka berdampak negatif pada organ tubuh

    Baca juga: Berbuka dengan gorengan? Ini dampaknya bagi kesehatan

    Pewarta: Raihan Fadilah
    Editor: Maria Rosari Dwi Putri
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-07 09:43:29 +0000 UTC