Burnout bisa picu perilaku impulsif di sosmed
Burnout bisa picu perilaku impulsif di sosmed
Jumat, 7 Agustus 2026 16:46 WIB
Ilustrasi burnout. Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels
Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog mengatakan burnout atau kelelahan kerja dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur emosi sehingga lebih mudah tersulut, bersikap sinis, kehilangan empati, dan bertindak impulsif di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya unggahan Yurizal Tri Chaerawan yang memperlihatkan tenaga kesehatan diduga merundung dirinya di media sosial. Yurizal sebelumnya mengungkapkan keluhannya terkait lamanya waktu menunggu ketersediaan kamar rawat inap dan kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
"Orang yang mengalami burnout itu sedang mengalami kelelahan fisik dan mental, akibatnya ia dalam kondisi yang mudah tersinggung, sinis, kehilangan empati, dan kemampuan mengendalikan impulsnya menurun," kata Ratih saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Baca juga: Pemkot Batam permudah perizinan videotron dan reklame digital
Menurut Direktur Personal Growth, lembaga yang bergerak di bidang layanan psikologi itu, kondisi tersebut membuat seseorang lebih rentan mengunggah komentar atau konten yang sebenarnya tidak akan dilakukan ketika kondisi emosinya stabil.
Ratih menjelaskan tekanan, frustrasi, dan kelelahan juga dapat membuat media sosial menjadi tempat pelampiasan emosi karena mudah diakses.
Ia menyarankan orang yang sedang mengalami tekanan atau kelelahan untuk mengenali kondisi emosinya sebelum berinteraksi di media sosial.
Menurut dia, membatasi paparan media sosial ketika sedang sangat lelah, menjaga kualitas tidur, mengelola beban kerja, serta memiliki saluran pelepasan stres yang sehat dapat membantu mengurangi perilaku impulsif di ruang digital.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Burnout dapat picu perilaku impulsif di media sosial
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.