Sergai (ANTARA) - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pendidikan harus menjadi komitmen bersama pemerintah, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai Tahun 2026, di Aula Dinas Pendidikan, Sei Rampah, Senin (7/9/2026).

Bupati Sergai menyebut, pelayanan publik merupakan wajah pemerintah yang paling mudah dirasakan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan akan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Pelayanan publik tidak boleh hanya dipandang sebagai pelaksanaan tugas administratif semata. Lebih dari itu, pelayanan publik harus menjadi bentuk nyata dari kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan, kepastian, keadilan, dan kepuasan kepada masyarakat,” ujar Darma.

Bang Wiwik, sapaan akrabnya, mengatakan sektor pendidikan memiliki posisi strategis karena menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Keberhasilan pembangunan daerah pada masa mendatang, sambungnya, sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi saat ini.

Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui evaluasi terhadap standar pelayanan yang selama ini diterapkan.

Ia menilai Forum Konsultasi Publik menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Forum tersebut, menurut Bang Wiwik, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan untuk memenuhi kewajiban administratif.

Sebaliknya, forum harus menjadi ruang untuk mendengarkan aspirasi, menerima masukan, mengidentifikasi persoalan, dan merumuskan langkah perbaikan pelayanan pendidikan secara bersama-sama.

Darma Wijaya juga memberikan perhatian khusus kepada satuan pendidikan SD dan SMP negeri yang mengikuti Penilaian Mandiri Kegiatan  Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik  (PEKPPP) Tahun 2026.

Ia meminta kegiatan tersebut tidak sekadar dipahami sebagai proses penilaian, tetapi dijadikan momentum evaluasi dan introspeksi bagi penyelenggara pelayanan publik.

Bang Wiwik mengajak seluruh penyelenggara pendidikan melihat pelayanan secara objektif. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab antara lain apakah pelayanan sudah mudah diakses, apakah masyarakat memperoleh informasi yang jelas, apakah prosedur sudah sederhana, serta apakah waktu penyelesaian pelayanan telah memiliki kepastian. Selain itu, sarana dan prasarana juga harus dievaluasi.

“Dan yang paling penting, apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dan kepuasan dari pelayanan yang kita berikan?” katanya.

Menurutnya, hasil evaluasi harus menghasilkan perubahan nyata. Keberhasilan yang sudah dicapai harus dipertahankan dan ditingkatkan, sedangkan kekurangan yang ditemukan harus segera ditindaklanjuti.

“Jangan sampai kegiatan evaluasi hanya berhenti pada pengisian instrumen dan penyusunan dokumen. Yang paling penting adalah adanya perubahan nyata dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sergai juga menilai pembangunan pendidikan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah.Keterlibatan Dewan Pendidikan, pengawas sekolah, akademisi, pers, kelompok kerja kepala sekolah, komite sekolah, Forum PAUD dan PKBM, hingga kepala sekolah menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat. Sekolah membutuhkan dukungan orang tua. Dunia pendidikan membutuhkan masukan dari akademisi. Pemerintah membutuhkan fungsi kontrol dari media dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pelayanan pendidikan yang semakin baik.

Di akhir sambutannya, Darma mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun sistem pelayanan pendidikan yang semakin baik, memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang adil dan mudah, serta menjadikan satuan pendidikan sebagai institusi pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Mari kita jadikan Kabupaten Sergai sebagai daerah yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Bang Wiwik mengakhiri.

Pewarta: Darmawan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.