Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan ajang Soekarno Run 2026 yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda Indonesia.
"Tujuan kami adalah ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, anak-anak kita. Terkait siapa sosok Soekarno itu, Bapak Bangsa kita," kata Ipuk di Banyuwangi, Minggu.
Menurut dia, Pemkab Banyuwangi ingin mengenalkan sosok Presiden pertama Soekarno kepada anak-anak, khususnya peserta dari kalangan pelajar sekolah dasar.
Materi mengenai perjalanan Soekarno selama menjadi Presiden, lanjut dia, juga dipasang di sejumlah titik termasuk sepanjang barikade dan area photo booth pada ajang yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.
Selain itu, kata Ipuk, peserta dapat melihat berbagai materi sejarah serta kostum bertema Bung Karno yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan itu.
"Tentu ini juga bagian dari menggugah kembali anak-anak kita untuk cinta pada pada negara ini, nasionalisme ditumbuhkan," tutur dia.
Gelaran Soekarno Run 2026 melombakan kategori 21 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, 3 kilometer dan 1 kilometer, dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
Ipuk mengatakan, untuk kategori 1 kilometer yang khusus diperuntukkan bagi anak usia sekolah dasar juga memiliki tujuan lain, yakni mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.
"Ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di kepada anak-anak kita, selain nanti ada nilai kompetisi di antara mereka," kata dia.
Penasehat Soekarno Run, Said Abdullah mengatakan ajang kegiatan serupa pada tahun depan akan bisa diikuti peserta dari internasional.
"Kami sudah rapat dan memutuskan, insyaAllah hadiah tahun depan di Banyuwangi Rp5 miliar," katanya.
Dengan total hadiah yang lebih besar, kata Said, kompetisi lari tersebut bakal digelar dengan kelas-kelas yang lebih banyak dan menantang. Ajang Soekarno Run diharapkan pula akan bersaing dengan ajang internasional lainnya yang sudah lebih dulu ada di Indonesia.
"Kalau Jawa Tengah punya Borobudur Marathon, kami di Jawa Timur punya Soekarno Run Banyuwangi," ujar dia.
Said menambahkan, Banyuwangi cocok menjadi lokasi pelaksanaan agenda olahraga skala besar, dan selama ini kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu telah terbiasa menggelar agenda skala besar.
"Oleh karena itu, Banyuwangi inilah jadi titik awal untuk agenda besar yang skalanya memang kita semua bisa menyaksikan seperti Soekarno Run ini," kata Said Abdullah.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.