Bupati Parimo perintahkan jajaran perkuat antisipasi karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 12:37 WIB

Image Print

Dok- Bupati Parigi Moutong Erwin Burase memberikan keterangan kepada sejumlah pewarta terkait langkah-langkah antisipasi dampak El Nino. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Bupati Parigi Moutong (Patimo), Sulawesi Tengah memerintahkan jajaran untuk memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan dampak dari fenomena perubahan iklim (El Nino).

"Mulai dari dinas hingga tingkat camat dan kepala desa harus masif memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman karhutla," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase di Parigi, Sabtu.

Ia mengemukakan saat ini suhu panas terus mengalami dinamika, maka langkah antisipasi harus dikuatkan, baik lewat sosialisasi maupun koordinasi lintas sektor.

Perintah itu dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Parigi Moutong tentang imbauan antisipasi karhutla dan kekerungan akibat El Nino.

Dalam isi edaran itu adanya laporan kasus karhutla dan kekeringan di kabupaten tersebut dalam beberapa waktu terakhir, maka perlu langkah-langkah konkret melalukan pencegahan.

"Kami juga butuh peran para tokoh di wilayah masing-masing, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengambil peran dalam mencegah risiko dalam El Nino," ujarnya.

Bupati menegaskan bila melakukan pembukaan lahan untuk kepentingan berkebun tidak boleh dengan cara membakar, karena sangat berisiko menimbulkan kebakaran meluas, kemudian mengontrol dan mengawasi setiap aktivitas membuang sampah yang dapat memicu percikan api di areal hutan dan lahan, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Ia juga meminta masyarakat rutin membersihkan lahan dengan cara aman, supaya terbebas dari bahan yang dapat memicu percikan api.

"Termasuk berperan aktif menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya karhutla, karena ada sanksi tegas pemerintah bagi pelaku pembakaran hutan," tutur Erwin.

Ia juga meminta masyarakat bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang dengan cara menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan dasar, berdasarkan laporan prakiraan cuaca oleh BMKG.

"Masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan dasar dalam kondisi apapun, termasuk dalam situasi darurat. Kami meminta masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026