Bupati Lamandau dorong perluasan jaminan sosial bagi pekerja

Kamis, 3 September 2026 17:00 WIB

Image Print

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra. ANTARA/HO-Pemkab Lamandau

Nanga Bulik, Kalteng (ANTARA) - Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah Rizky Aditya Putra mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat pekerja di wilayahnya.

"Perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya pekerja yang memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya," kata Rizky, dalam keterangannya di Nanga Bulik, Lamandau, Kalteng, Kamis.

Rizky mengatakan salah satu upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamandau adalah melalui program pemberian bantuan iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 15.647 pekerja rentan dan pekerja pada kelembagaan desa di seluruh wilayah kabupaten setempat.

Menurut dia, perlindungan terhadap pekerja bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk memberikan rasa aman kepada pekerja maupun keluarganya dalam menghadapi risiko pekerjaan.

Meski demikian, dia mengatakan masih terdapat kelompok pekerja yang belum memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, seperti petani, nelayan, pedagang kecil, buruh harian, pengemudi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pekerja mandiri lainnya.

"Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, pekerja tidak harus menghadapi risiko seorang diri," tuturnya.

Bupati berharap semakin banyak pekerja di Kabupaten Lamandau yang mendapatkan perlindungan jaminan sosial sehingga risiko yang dialami pekerja maupun keluarga dapat diminimalkan.

Pewarta : Yansyah
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.