Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar lima meter
Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menjelaskan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari munculnya titik api baru, asap yang terbawa angin dari wilayah lain, hingga kondisi lahan gambut setelah turun hujan ringan.
“Jadi, kita melihat kondisi tiga hari terakhir ini memang sepertinya asap agak menebal, lebih pekat, khususnya di daerah perkotaan, Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang,” kata Halikinnor saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Pramuka Gang Sahabat, Sampit, Jumat.
Kondisi kabut asap yang semakin pekat menjadi perhatian serius karena juga meningkatkan risiko keselamatan masyarakat. Seperti yang terjadi pada Kamis (22/10), sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi, bahkan hingga menelan korban jiwa. Kondisi itu diduga berkaitan dengan gangguan jarak pandang akibat kabut asap.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar lima meter, dengan kecepatan angin tercatat nol kilometer per jam.
Baca juga: Maskapai perpanjang pembatalan penerbangan di Sampit imbas karhutla
Halikinnor menerangkan, hujan yang turun setelah pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) diduga turut mempengaruhi keluarnya asap dari lahan gambut yang masih terbakar atau mengalami proses pembakaran di bawah permukaan tanah.
“Mungkin OMC berpengaruh juga, sehingga dengan terkena hujan yang tidak begitu lebat itu, karena kita daerah gambut, begitu ada air ada hujan sedikit asapnya keluar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lahan gambut berbeda dengan lahan biasa karena api dapat bertahan di lapisan bawah permukaan. Ketika terkena air hujan yang tidak terlalu lebat, asap masih dapat muncul dari dalam tanah sehingga menambah kepulan asap di sekitarnya.
Selain faktor tersebut, kebakaran baru kembali ditemukan di kawasan perkotaan, meskipun sejumlah titik sebelumnya telah berhasil dipadamkan dan sebagian lainnya masih dalam tahap pendinginan.
Baca juga: Kualitas generasi muda, kabut asap dan jalan tengah negara bertetangga
Halikinnor mencontohkan kebakaran di Gang Sahabat yang baru terjadi pada Kamis sore. Api dengan cepat merambat hingga menyeberang ke sisi lain kawasan tersebut sehingga berpotensi meluas ke area semak belukar yang belum terbakar.
Ia menginstruksikan tim pemadam untuk menuntaskan pemadaman di lokasi itu, termasuk memastikan proses pendinginan berjalan optimal, guna mencegah api kembali menyala dan merambat ke kawasan permukiman warga di bagian belakang.
“Makanya hari ini kita fokus lagi di sini. Api ini baru sebenarnya. Jadi, kita mulai pemadaman titik apinya sampai pendinginannya,” jelasnya.
Baca juga: Malaysia mau bawa isu karhutla ke ASEAN, Indonesia tekankan koordinasi
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.