Bupati Kobar tingkatkan penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting
Rabu, 9 September 2026 13:30 WIB
Bupati Kobar Nurhidayah kembali meninjau posko induk Karhutla di kantor BPBD Kobar, Selasa (8/9/2026). ANTARA/HO-Istimewa
Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah Nurhidayah menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai akan ditingkatkan agar tidak meluas, apalagi desa tersebut dekat dengan Taman Nasional Tangjung Puting (TNTP).
"Karena desa tersebut berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, serta di desa itu terdapat lokasi yang tidak terjangkau," kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Rabu.
Oleh sebab itu, dia meminta peran aparatur pemerintahan di tingkat desa semakin diperkuat dalam menangani karhutla. Upaya di lapangan diharapkan juga melibatkan masyarakat setempat sehingga lebih optimal.
"Aparatur desa diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus koordinator masyarakat apabila terjadi karhutla," ucapnya.
Nurhidayah menyampaikan, dalam kasus penanganan karhutla ini bukan hanya fokus pada penanganan di lapangan, tetapi juga kesehatan terhadap para petugas di lapangan juga sangat penting.
"Kondisi dan kesehatan personel harus menjadi perhatian mengingat penanganan karhutla membutuhkan waktu, tenaga dan daya tahan yang tinggi," ujarnya.
Berdasarkan data rekapitulasi Posko Penanganan Karhutla Kobar, tercatat sebanyak 2.711 titik panas (hotspot) dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.958,73 hektare.
"Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi sejak 1 Januari hingga 8 September 2026, serta kejadian terbanyak terjadi di bulan Agustus," sebutnya.
Tentunya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama terhadap titik-titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau.
Dalam penanganan kasus karhutla di wilayah Kobar, kurang lebih 531 personel yang dilibatkan di lapangan. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur dan instansi, serta sebanyak 60 unit sarana dan prasarana di sediakan untuk penanganan karhutla.
Menurutnya, penanganan karhutla di Kotawaringin Barat secara umum sudah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Komunikasi dan koordinasi antarpihak juga sudah dibangun dengan baik untuk turut mendukung keberhasilan penanganan sejumlah titik api.
"Untuk penanganan ini, memang kita perlu keroyokan dalam menjaga kondisi kualitas udara di Kobar tetap sehat bagi masyarakat, dengan kekompakan, kita akan lebih mudah menangani berbagai kendala yang ada,” demikian Nurhidayah.
Baca juga: Penanganan karhutla di lintas Pangkalan Bun-Kolam terkendala akses dan sumber air
Baca juga: Lahan terbakar capai 1.800 hektare, Kobar perpanjang status darurat karhutla
Baca juga: PT KLR dan PT TSA perkuat komitmen cegah karhutla di daerah melalui apel dan sosialisasi
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.