Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan asap dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasirbajing, Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai berkurang, dan baunya tidak terlalu pekat sehingga kondisinya terkendali dan pengangkutan sampah bisa dilakukan bertahap.

"Tadi malam saya ke sini ada tiga empat titik, itu juga kecil ya," kata Abdusy Syakur usai menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah sekaligus menerima audiensi warga di lokasi TPA Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi, Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Pemkab Garut sudah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan kebakaran TPA Pasirbajing agar proses pemadamannya bisa lebih cepat sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Progres penanganan pemadamannya, kata dia, sudah terpantau berhasil dikendalikan dengan mulai berkurangnya titik api dan asap yang ditimbulkannya.

"Lihat saja, alhamdulillah cahaya sudah, mohon maaf ya, apa namanya, langit sudah cerah, ada lah dikit-dikit lah, dan juga kan tidak bisa langsung dihilangkan," katanya.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang untuk penanganan TPA Pasirbajing yakni untuk jangka panjang penataan lebih baik kawasan TPA.

Sedangkan untuk jangka pendek, kata dia, saat ini fokus pada pemadaman kebakaran TPA Pasirbajing agar tidak menimbulkan asap, dan secepatnya tumpukan sampah di sejumlah daerah Garut secepatnya sudah bisa diangkut ke TPA.

"Sekarang sore ini, kita akan masuk (truk sampah) ke sini bertahap, yang pasti bahwa ini harus dilakukan dengan baik," katanya.

Ia menambahkan, untuk mencari tahu penyebab kebakaran sampai saat ini belum dilakukan investigasi khusus untuk menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.

"Kita minta partisipasi dari masyarakat ikut mengawasi kondisi di sini, karena ternyata saya tahu di sini itu kalau malam tidak banyak yang menjaga," katanya.

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.