Bupati Banyumas mengajak MUI perkuat sinergi wujudkan masyarakat sehat
Bupati Banyumas mengajak MUI perkuat sinergi wujudkan masyarakat sehat
Jumat, 24 Juli 2026 15:53 WIB
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam Sarasehan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Banyumas bertajuk "Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Banyumas yang Lebih Sehat Sarasehan” di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas
Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang sehat, berkarakter, serta memiliki ketahanan sosial yang kuat.
"Kami berharap dapat menginisiasi pertemuan dan memfasilitasi seluruh pemeluk agama untuk bersama-sama membentengi umat dan generasi muda dari berbagai potensi penyimpangan perilaku sosial," katanya dalam Sarasehan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Jumat.
Dalam sarasehan bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Banyumas yang Lebih Sehat” di Pendopo Si Panji Purwokerto tersebut, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas juga akan menginisiasi pertemuan lintas agama sebagai wadah memperkuat komitmen seluruh pemeluk agama dalam mencegah berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Menurut dia, penguatan pendidikan karakter sejak usia dini juga perlu mendapat perhatian melalui kajian penerapan kembali pembelajaran budi pekerti di sekolah dasar sebagai pelengkap pendidikan agama dalam membangun etika sosial generasi muda.
“Upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah melalui layanan kesehatan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat,” kata Bupati.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Banyumas Taefur Arafat mengatakan MUI akan terus menjalankan fungsi edukasi, pembinaan umat, dan kemitraan dengan pemerintah dalam menjaga kehidupan masyarakat yang sehat secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.
Menurut dia, berbagai persoalan sosial perlu dihadapi melalui pendekatan edukatif, penguatan nilai-nilai moral, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.
"Langkah edukasi dan pengusulan regulasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk melindungi masyarakat dari bahaya fisik maupun spiritual. MUI akan terus hadir mendampingi umat dan bermitra dengan pemerintah demi kemaslahatan bersama," katanya.
Ketua panitia, Prof. Fauzi mengatakan sarasehan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara MUI Kabupaten Banyumas, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan berbagai unsur masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah berbagai persoalan sosial.
Menurut dia, kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta itu juga bertujuan menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Sarasehan diisi pemaparan mengenai perkembangan kasus HIV/AIDS dan upaya pencegahannya, pembacaan deklarasi, serta penandatanganan deklarasi sebagai simbol dukungan seluruh peserta terhadap terwujudnya masyarakat Banyumas yang lebih sehat, produktif, adil, sejahtera, dan berkarakter sesuai visi Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera (PAS).
Baca juga: MUI Banyumas imbau masyarakat tidak terprovokasi peristiwa di Jakarta
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.