BUMDes Pertala Desa Jatuh HST tingkatkan sektor pertanian lewat agrowisata melon - ANTARA News Kalimantan Selatan
Barabai (ANTARA) - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pertala, Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan terobosan peningkatan sektor pertanian lewat pengembangan agrowisata melon.
“Awalnya dari dua petani lokal yang sudah berhasil. Kami kemudian berdayakan mereka sebagai tenaga ahli untuk mengembangkan usaha melon ini di BUMDes,” kata Kepala Desa Jatuh Nasirul Islam di Barabai, Kamis.
Pihaknya juga menggandeng berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait di HST hingga penyuluh pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk sama-sama mendorong pengembangan agrowisata ini.
Ketua BUMDes Partala Desa Jatuh Muhammad Sata menambahkan, agrowisata melon ini juga telah ramai didatangi ribuan pengunjung dari berbagai daerah, terutama HST memadati kebun melon.
"Mereka datang ada bersama keluarga maupun kerabat untuk merasakan sensasi memetik buah langsung di kebun, sekaligus jadi wadah edukasi bagi pengunjung," ujarnya.
Sata menyebut, ramainya kunjungan ini tidak hanya berdampak pada penjualan hasil panen, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi desa, pihaknya mematok harga melon di agrowisata Rp12 ribu per kilogramnya.
"Hadirnya agrowisata ini dapat mempermudah kami untuk menjual hasil panen langsung ke masyarakat dan menghindari tengkulak. Namun, kami hanya membuka saat musim panen tiba," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap bisa dapat dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal sarana pertanian dan pendampingan pemasaran agar hasil panen dapat dijual lebih optimal.
Sementara itu, Dinas Pertanian HST melalui penyuluh pertanian Amrudin mengatakan, pihaknya juga turut memberikan dukungan dan berbagai masukan untuk agrowisata melon Desa Jatuh tersebut, sebagai bagian dari optimasi pengembangan tanaman hortikultura.
Saat jadi narasumber di desa tersebut, Amirudin memberikan bimbingan terkait cara pengendalian hama hingga upaya perawatan tanaman tersebut agar bisa mendapatkan hasil panen yang optimal.
"Ke depan, BUMDes juga disarankan untuk mencoba mengembangkan melon premium lewat hidroponik, serta dikemas optimalisasi publikasi di sosial media agar bisa menambah daya tarik para pengunjung," ujarnya.
Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.