Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menggencarkan sosialisasi guna mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa 30 kilogram beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah tersebut.
"Sosialisasi itu dilakukan untuk mempercepat penyaluran di kabupaten/kota yang belum menerima bantuan pangan tersebut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Minggu.
Budi mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan di 22 kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Nias Selatan, Langkat, Tapanuli Utara, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ia mengatakan sosialisasi dilakukan secara bergantian dengan melibatkan dinas yang menangani ketahanan pangan, pihak kecamatan, serta kelurahan/desa untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan beras.
"Sosialisasi itu di antaranya memberikan informasi kepada warga yang mendapatkan bantuan pangan tersebut, mengenai jadwal pemberian bantuan pangan, bantuan pangan yang diberikan," katanya.
Ia optimistis penyaluran bantuan pangan kepada 1,73 juta penerima manfaat di Sumut itu sesuai dengan target hingga akhir September 2026, karena hingga saat ini tidak terdapat kendala, baik faktor alam maupun teknis penyaluran.
Di sisi lain, Budi mengatakan sebanyak 1.113 ton beras disalurkan kepada 37.100 keluarga penerima manfaat dengan masing-masing menerima 30 kilogram beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.
Lebih lanjut, penerima bantuan pangan itu yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Nias Utara.
Bulog Sumatera Utara mengimbau penerima manfaat tidak menjual kembali bantuan pangan tersebut karena bantuan pemerintah itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
"Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya sehingga memberikan manfaat bagi penerima manfaat," katanya.
Bantuan pangan tersebut juga mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.