Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Sorong, Papua Barat Daya, menyasar 69.810 penerima bantuan pangan (PBP) dalam penyaluran bantuan beras untuk alokasi Juli hingga September 2026.

Kepala Bulog Cabang Sorong Sigit Baskoro di Sorong, Rabu, mengatakan untuk memenuhi kebutuhan 69.810 PBP tersebut dialokasikan sebanyak 2.094,3 ton beras untuk tiga bulan penyaluran.

Ia menjelaskan penyaluran dilakukan secara bertahap dan hingga saat ini telah mencapai sekitar 11 persen.

Penyaluran sementara berlangsung di Kota Sorong dan Kabupaten Tambrauw.

Menurut Sigit, proses distribusi terkadang menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan keamanan, khususnya dalam menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Bulog menyalurkan bantuan pangan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi rencana penyaluran, pemeriksaan kualitas beras, pemuatan dari gudang hingga penyerahan kepada masyarakat di tingkat kelurahan atau distrik.

"Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, kita melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh proses penyaluran," ujarnya.

Sigit mengatakan data penerima bantuan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru, sehingga masyarakat yang merasa berhak tetapi belum masuk dalam daftar diarahkan berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar dapat didata sebagai penerima bantuan pangan pada periode berikutnya.

Ia menyebutkan jumlah penerima bantuan pangan pada tahap ini mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen dibandingkan tahap sebelumnya.

"Sementara untuk menjaga kualitas, beras bantuan yang disalurkan harus memenuhi standar, antara lain kadar air maksimal 14 persen, tidak berbau, dan bebas dari kutu," katanya.

Dia mengatakan Bulog Sorong saat ini memiliki stok sekitar 2.130 ton beras dan masih dalam proses pembongkaran tambahan pasokan sekitar 2.500 ton dari pelabuhan.

Menurut dia, ketersediaan itu cukup untuk mendukung penyaluran bantuan pangan hingga September 2026.

Sigit pun berharap penyaluran bantuan pangan dapat membantu menekan inflasi harga beras di Papua Barat Daya sekaligus meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Ia juga mengimbau masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan beras tersebut untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan tidak menjualnya kembali.

"Bantuan pangan disediakan negara guna meringankan beban kebutuhan pokok dan menjaga ketahanan pangan keluarga, sehingga diharapkan kepada masyarakat beras bantuan pangan untuk dikonsumsi bukan untuk dijual," ujarnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.