Bulog siagakan beras 93.782 ton untuk penanganan bencana gempa di NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 16:59 WIB

Image Print

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update penanggulangan bencana alam di NTT, di Kantor Bulog Jakarta, Minggu (23/8/2026). ANTARA/Harianto

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana alam gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

"Jumlah tersebut terdiri atas stok beras yang telah tersedia di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi beras dari beberapa wilayah Bulog sekitar," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat jumpa pers update penanggulangan bencana alam gempa di NTT di Pusat Komando Pengendalian Bulog, Jakarta, Minggu.

Rizal menyebutkan berdasarkan data per 22 Agustus 2026, stok beras Bulog yang tersedia di wilayah NTT mencapai 26.336 ton.

Selain itu, Bulog telah menyiapkan movement nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton untuk memperkuat ketersediaan stok beras di NTT antara lain dari Kanwil DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, serta Nusa Tenggara Barat.

"Dengan demikian, apabila seluruh rencana mobilisasi terealisasi, total stok beras yang disiagakan Bulog untuk mendukung penanganan bencana di NTT mencapai 93.782 ton," ujarnya.

Kesiagaan stok tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan atau perpanjangan masa tanggap darurat.

Bulog mencatat kebutuhan beras untuk penanganan bencana alam di NTT diperkirakan mencapai 1.890 ton, dengan asumsi sebanyak 150.576 korban jiwa membutuhkan dukungan pangan selama 14 hari masa tanggap darurat.

Untuk mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat sebanyak 10 kali, Bulog menyiapkan tambahan kebutuhan hingga 18.900 ton.

Selain itu, Bulog juga memperhitungkan kebutuhan untuk mendukung bantuan pangan alokasi tiga bulan bagi 852.631 penerima bantuan pangan (PBP). Bantun itu merupakan alokasi Juli, Agustus hingga September 2026.

"Dengan alokasi 10 kilogram per PBP setiap bulannya, maka kebutuhan untuk tiga bulan mencapai sekitar 25.578 ton," jelasnya.

Dengan memperhitungkan kebutuhan penanganan bencana sebesar 1.890 ton, antisipasi tambahan masa tanggap darurat sebesar 18.900 ton, serta dukungan bantuan pangan tiga bulan sebesar 25.578 ton, total kebutuhan beras yang diproyeksikan mencapai 46.368 ton.

Dengan stok yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog memiliki ruang ketersediaan sekitar 47.414 ton setelah memperhitungkan seluruh kebutuhan tersebut. Hal itu menunjukkan kesiapan stok yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat NTT dalam menghadapi kondisi darurat.

Di tingkat nasional, stok beras Bulog per 22 Agustus 2026 tercatat sebesar 5.170.098 ton. Besarnya stok nasional tersebut menjadi bagian penting dari strategi Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan fleksibilitas untuk melakukan mobilisasi stok ke daerah yang membutuhkan.

Rizal menegaskan pihaknya siap menjalankan perannya dalam mendukung pemerintah menghadapi kondisi bencana, khususnya dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” katanya.

Ia menambahkan, kesiagaan stok tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pada saat bencana terjadi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi apabila masa tanggap darurat diperpanjang maupun terjadi bencana tambahan di wilayah NTT.

“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” tambahnya.

Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan proses mobilisasi, penyimpanan, dan penyaluran beras berjalan efektif sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menambahkan kesiagaan stok 93.782 ton tersebut merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan kehadiran negara melalui ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026