Bulog Natuna salurkan minyak goreng di RPK luar SP2KT

Rabu, 30 September 2026 18:21 WIB

Image Print

Pegawai Perum Bulog Natuna mengecek minyak goreng di Pasar Ranai pada 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Kepulauan Riau, mulai menyalurkan minyak goreng melalui Rumah Pangan Kita (RPK) di luar titik Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tersebut.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian, dikonfirmasi di Natuna, Rabu, mengatakan titik SP2KP di daerah itu berada di Pasar Tradisional Ranai. Menurut dia, penyaluran melalui RPK di luar pasar dilakukan karena saat ini persediaan minyak goreng Bulog di Natuna melimpah.

"Sebanyak 35 RPK di luar pasar saat ini telah menjadi penyalur minyak goreng," katanya.

Ia mengatakan secara keseluruhan terdapat 41 mitra RPK yang telah diperbolehkan menjadi penyalur minyak goreng dari Perum Bulog.

Minyak goreng tersebut dijual Bulog kepada RPK dengan harga Rp14.500 per liter. Selanjutnya, RPK diwajibkan menjual kepada masyarakat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni Rp15.700 per liter untuk wilayah Natuna.

Pencius menjelaskan sebelumnya penyaluran minyak goreng Bulog di Natuna hanya dilakukan melalui titik SP2KP karena keterbatasan stok.

"Stok sebelumnya merupakan minyak goreng dari Perum Bulog Cabang Tanjungpinang," ujar dia.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah Natuna mendapatkan pasokan minyak goreng secara langsung dari Jakarta. Saat ini, pasokan yang diterima mencapai lima kontainer sehingga memungkinkan Bulog memperluas titik penyaluran melalui RPK di luar SP2KT.

Ia menegaskan Bulog akan memberikan sanksi kepada RPK yang menjual minyak goreng di atas HET. Sanksi diberikan secara bertahap berupa surat peringatan sebanyak tiga kali.

"Jika masih melakukan pelanggaran setelah diberikan tiga kali surat peringatan, maka kerja sama dengan RPK tersebut akan diputus," katanya.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.