Bulog Manokwari serap 73 ton jagung dari kelompok tani - ANTARA News Papua Tengah
Manokwari (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari mencatat penyerapan jagung pipilan dari kelompok tani binaan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat hingga pertengahan tahun 2026 mencapai kurang lebih sebanyak 73.000 kilogram atau 73 ton.
Kepala Cabang Perum Bulog Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Kamis, mengatakan harga jagung pipilan yang dibeli dari petani binaan kepolisian setempat per kilogram Rp6.400 dengan kadar air 14 persen, sedangkan kadar air lebih dari 14 persen Rp5.500 per kilogram.
“Kami hanya menerima jagung dengan kadar air 14 persen, karena tidak punya peralatan pengering jagung,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa standar kadar air menjadi faktor penting dalam proses penyerapan karena berkaitan langsung dengan daya simpan dan kualitas jagung hasil panen petani yang akan didistribusikan kembali ke masyarakat.
Keterbatasan alat pengering tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memaksimalkan penyerapan hasil panen jagung di Papua Barat, terutama saat curah hujan tinggi yang menyebabkan proses penjemuran alami menjadi lebih sulit.
“Harga jual jagung yang diserap Bulog ditentukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Harga jual berkisar Rp5.500 per kilogram,” ucap Irawaty.
Menurut dia, program ketahanan pangan dengan komoditas jagung yang dilaksanakan oleh jajaran kepolisian di wilayah Papua Barat bertujuan mendukung upaya pemerintah pusat meningkatkan produksi pangan dalam negeri.
Hal itu dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor, sehingga hasil panen dari petani lokal di seluruh wilayah lebih maksimal yang berdampak terhadap perbaikan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani.
“Komoditas pertanian lokal yang sudah kami serap hanya jagung, dan tentu itu harus sesuai standar yang ditentukan karena harga jual juga mengacu ke Bapanas,” ujarnya.
Dirinya berharap sinergi antara Bulog, kepolisian dan kelompok tani dapat terus dioptimalkan pada masa mendatang sehingga penyerapan hasil panen jagung di wilayah Papua Barat mengalami peningkatan jumlah maupun kualitas.
Bulog senantiasa memantau perkembangan produksi jagung dari kelompok tani binaan kepolisian di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya untuk menjaga ketersediaan stok pangan dalam menjawab kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Jagung yang kami serap itu ada juga yang dari kelompok tani binaan kepolisian di Kabupaten Manokwari Selatan," kata Irawaty.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bulog Manokwari serap 73 ton jagung dari kelompok tani binaan Polri
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.