Madiun (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Madiun mencatatkan realisasi capaian pengadaan beras dari gabah petani di wilayah kerjanya meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi, Jawa Timur, hingga 8 Oktober 2026 melampaui target yang mencapai 86.402 ton setara beras atau 111,84 persen.

"Jumlah realisasi pengadaan saat ini per 8 Oktober 2026 mencapai 86.402 ton setara beras atau 111,84 persen dari target yang ditetapkan sebesar 77.258 ton," ujar Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Agung Sarianto di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, capaian positif kinerja pengadaan tersebut merupakan hasil terbaik atas kerja keras, dedikasi, dan kerja sama antara Perum Bulog Madiun, pemerintah daerah, mitra kerja penggilingan, dan beberapa pemangku kepentingan terkait yang berjalan dengan sangat baik.

"Pengadaan Bulog Madiun yang mencapai 111,84 persen dari target itu tidak terlepas dari kolaborasi baik antara Bulog, Pemerintah daerah, dan stakeholder terkait termasuk petani dan mitra kerja yang memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan Asta Cita Presiden dalam hal swasembada pangan," kata Agung.

Bulog, lanjutnya, juga terus melakukan penyerapan gabah petani. Jajarannya siap berkontribusi dalam menyerap hasil panen petani.

Gabah diambil bekerja sama dengan para mitra yang tersebar di seluruh wilayah Bulog Madiun, yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

Sedangkan di tingkat nasional, Perum Bulog juga mencatat realisasi pengadaan beras secara positif, yakni mencapai 4,115 juta ton hingga 8 Oktober 2026 atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Capaian itu menjadi realisasi pengadaan tertinggi sejak Bulog berdiri sekaligus menegaskan keberhasilan perusahaan melampaui target sebelum berakhirnya tahun 2026.

Berdasarkan data Bulog, realisasi pengadaan beras Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras. Capaian itu melampaui realisasi sepanjang 2025 yang sebesar 3.191.969 ton dan rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bulog bersama para petani dan pemangku kepentingan di berbagai daerah.

"Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka," kata Ahmad Rizal.

Pihaknya mengungkapkan di balik capaian itu, ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh tim yang terkait. Pihaknya sangat mengapresiasi seluruh insan Bulog serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.

Pencapaian bersejarah itu mencerminkan komitmen kuat Bulog dalam menjalankan amanah Pemerintah untuk menyerap hasil produksi petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pangan nasional dari sisi produsen maupun konsumen.

Menurut dia, pencapaian itu juga didukung kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta mitra kerja Bulog.

Rekor pengadaan tersebut juga menjadi kado terbaik menuju 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan semakin memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan Pemerintah.

Bulog menyatakan terus melanjutkan penyerapan beras petani hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dari hulu hingga hilir, berinovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.