Pontianak (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar)menyalurkan 57.570 kilogram beras bantuan pangan kepada 1.919 penerima bantuan pangan (PBP) di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.

“Penyaluran bantuan pangan alokasi Juli, Agustus, dan September ini diharapkan bisa membantu kebutuhan pangan rumah tangga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial melalui data yang menjadi dasar penyaluran,” kata Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar Rasiwan saat monitoring penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, Senin.

Rasiwan menjelaskan bantuan untuk tiga alokasi tersebut disalurkan sekaligus dan setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga selama Juli, Agustus, dan September 2026.

Ia mengatakan jumlah penerima bantuan pangan di Kalbar mencapai sekitar 547 ribu PBP, sedangkan khusus Kota Pontianak terdapat 42.080 PBP dengan total beras yang disalurkan mencapai 1.262.400 kilogram.

“Jumlah ini cukup besar dan diharapkan dapat membantu masyarakat Kalimantan Barat dalam memenuhi kebutuhan pangan, menjaga ketersediaan komoditas beras, serta mendukung stabilisasi harga,” katanya.

Bulog Kanwil Kalbar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Harapannya, berkat kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyaluran bantuan ini dapat diselesaikan sesuai target pada 30 September 2026,” katanya.

Selain memastikan kelancaran distribusi, Bulog juga melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan yang turut melakukan monitoring melalui daring mengatakan bantuan pangan harus dipastikan tepat sasaran dan kualitas beras yang diterima masyarakat juga harus diawasi.

"Kalau beras yang diterima kualitasnya tidak bagus, langsung ditukar. Jadi kualitas bantuan pangan juga harus dipastikan," ujarnya saat memberikan sambutan

Ia mengatakan setelah kondisi darurat akibat kemarau dan karhutla berakhir, ketahanan pangan di Kalbar perlu menjadi prioritas.

"Pemerintah juga diharapkan terus melakukan upaya untuk memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup dan terjangkau," katanya.

Bantuan pangan yang diberikan juga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu menjaga ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi.

Pewarta: Rendra Oxtora/Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.