Pontianak, Kalbar (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat pasokan beras premium sesuai harga eceran tertinggi (HET) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Kepala Kanwil Perum Bulog Kalbar Rasiwan di Pontianak, Kalbar, Selasa, mengatakan perkuatan tersebut merupakan upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah kenaikan harga bahan baku serta mengantisipasi peredaran beras yang tidak sesuai klaim mutu.

"Untuk beras yang kami jual, kami sudah bekerja sama dengan BI melalui dukungan biaya angkutan agar beras premium yang dipasarkan dapat tetap dijual sesuai HET meskipun terdapat tekanan terhadap biaya produksi dan distribusi," katanya.

Menurut dia, dukungan tersebut diperlukan karena kenaikan harga bahan baku telah berdampak terhadap harga gabah yang kemudian turut memengaruhi harga jual beras di tingkat pasar.

"Upaya menjaga pasokan beras tersebut dilakukan di tengah kondisi El Nino ekstrem yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, khususnya padi, karena produksi dapat berkurang dan masa tanam berpotensi mundur," ujarnya.

Rasiwan menegaskan pemerintah sudah mengantisipasi kondisi tersebut dengan memperpanjang bantuan pangan sampai dengan Desember 2026.

Sementara itu, terkait antisipasi peredaran beras premium yang tidak sesuai dengan klaim atau dugaan beras oplosan, Rasiwan menegaskan aspek pengawasan tersebut bukan menjadi kewenangan Bulog.

"Pengawasannya dari Satgas Pangan. Satgas Pangan yang memiliki kewajiban untuk mengawal hal tersebut," katanya.

Ia menjelaskan masyarakat juga tidak mudah memastikan kualitas beras premium hanya melalui pengamatan visual karena diperlukan pemeriksaan oleh petugas yang memiliki kemampuan menganalisis mutu beras.

Rasiwan mengatakan Satgas Pangan secara berkala melakukan pengecekan dan monitoring di pasar maupun toko-toko untuk mengawasi peredaran pangan, termasuk beras.

Selain itu, Bulog Kalbar akan tetap menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga beras melalui bantuan pangan, SPHP, serta penguatan pasokan beras premium sesuai HET.

Pewarta: Rendra Oxtora/Sucia Lucinda
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.