Minggu, 20 September 2026, 12:00 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto memberikan pujian terbuka kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di tengah sorotan terhadap kinerja jajaran pemerintahannya, Prabowo menyebut Amran sebagai sosok yang berhasil membuat target swasembada pangan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
Prabowo mengungkapkan, semula dirinya memberikan waktu empat tahun untuk mencapai swasembada pangan. Namun, ia menilai target tersebut dapat dipercepat menjadi hanya satu tahun, khususnya dalam pencapaian swasembada beras.
"Saya beri waktu tadinya swasembada pangan 4 tahun. Tapi terus terang aja saya harus mengakui saya punya tim pertanian, saya punya Menteri Pertanian yang hebat," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Tegas: Tak Ada yang Kasihan kepada Indonesia
Pujian tersebut menjadi menarik lantaran Prabowo mengaku sebelumnya tidak mengenal Amran. Menurut Prabowo, penilaiannya terhadap Amran muncul setelah beberapa kali melihat pemikiran dan pidato Menteri Pertanian tersebut. Dari situ, ia menilai langkah yang dilakukan Amran sejalan dengan target yang ingin dicapai pemerintah.
"Kebetulan saya tadinya nggak kenal dia. Dia bukan partai saya, saya benar-benar saya tidak kenal Pak Amran. Tapi saya 2-3 kali saya lihat pemikiran pidato dia, ini cocok. Dari 4 tahun, dia bisa hasilkan swasembada pangan 1 tahun. Ini kan luar biasa," ujarnya.
Prabowo kemudian menyinggung pihak yang menurutnya belum mau mengakui capaian pemerintah di sektor pangan. Ia mengaku sedih ketika ada pihak yang dinilainya tidak mengakui prestasi bangsa.
Baca Juga: Beda Sikap Rocky Gerung ke Prabowo dan Jokowi, PSI: Memang Tidak Suka Saja
"Yang saya sedih ya, ini ada pakar-pakar yang menganggap dirinya pinter apa, dia tidak mau mengakui prestasi bangsa. Padahal dia nikmati," ungkap Prabowo.
Bagi Prabowo, persoalan swasembada pangan tidak sebatas soal kemampuan memenuhi kebutuhan beras dari produksi dalam negeri. Ia mengaitkannya dengan ketahanan Indonesia ketika menghadapi gejolak atau konflik global.
Menurutnya, ketika kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari dalam negeri, Indonesia relatif lebih aman dan tidak terlalu bergantung pada situasi pangan negara lain.
"Kita swasembada pangan berarti kita relatif aman menghadapi banyak masalah. Kita bayangkan kalau perang di Timur Tengah dan di mana-mana, kalau kita nggak swasembada pangan, bagaimana coba?" sebut Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri