Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 yang disampaikan dalam kegiatan bersama Joko Widodo bukan sikap mantan presiden tersebut.

Budi Arie mengatakan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, seraya menjelaskan pernyataannya disampaikan saat silaturahmi kemerdekaan bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan para relawan.

“Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Karena itu, pernyataan itu sudah saya bilang, itu pernyataan saya pribadi, bukan pendapat dan sikap Pak Jokowi. Pak Jokowi cuma mendengarkan,” kata Budi Arie.

Ia mengatakan keberadaan Jokowi di dekatnya saat menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan percepatan pemilu tidak berarti pernyataan tersebut mewakili sikap Jokowi.

Menurut Budi Arie, pernyataannya kemudian menjadi perhatian setelah rekaman pembicaraan tersebut beredar dan viral. Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang merekam percakapan itu.

“Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu,” ujarnya.

Budi Arie mengatakan Jokowi dalam pertemuan tersebut hanya mendengarkan berbagai pandangan yang disampaikan peserta.

Menurut dia, Jokowi juga menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia, antara lain pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dan inflasi 3,2 persen.

“Kalau Pak Jokowi menyampaikan ini kepada kita semua, keadaan tetap baik-baik saja. Ekonomi masih tumbuh 5 persen, inflasi masih terkendali 3,2 persen, kondisi ekonomi masyarakat masih baik. Justru Pak Jokowi menjelaskan kepada kita kondisinya. Keresahan-keresahan kita dijawab semua oleh Pak Jokowi,” katanya.

Ia kembali menegaskan berbagai pandangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut tidak dapat diartikan sebagai sikap Jokowi, termasuk pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan pemilu.

“Semua teman-teman yang hadir dalam pertemuan itu, kami menyampaikan kondisi apa adanya. Bukan berarti itu sikapnya Pak Jokowi. Harus dilihat dengan baik, karena Pak Jokowi itu pemimpin yang mau mendengarkan semuanya,” ujarnya.

Budi Arie menegaskan analisis mengenai kemungkinan percepatan pemilu merupakan pandangan pribadinya dan bukan ajakan atau langkah politik untuk mengubah jadwal Pemilu 2029.

Ia menekankan dinamika politik harus dikelola dengan tetap berpedoman pada demokrasi dan konstitusi.

“Pokoknya demokrasi dan konstitusi. Kita ikut aturan. Taat aturan,” ujar Budi Arie.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Budi Arie tegaskan pernyataan soal Pemilu 2029 bukan sikap Jokowi

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.