Selasa, 25 Agustus 2026, 17:02 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menuding Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi berupaya mengadu domba Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Tudingan itu disampaikan Bestari menanggapi potongan video yang memperlihatkan Budi Arie berbicara di hadapan Jokowi mengenai kemungkinan percepatan konstelasi politik menuju Pemilu 2029.
Bestari menilai terdapat kepentingan terselubung di balik narasi yang disampaikan Budi Arie dalam video tersebut. Ia juga menyoroti rekam jejak politik Budi Arie, termasuk kabar penolakan dirinya saat hendak bergabung dengan Partai Gerindra.
Bestari menegaskan PSI juga tidak membuka peluang bagi Budi Arie untuk bergabung dengan partainya. Menurut dia, pernyataan tersebut telah disampaikannya sejak muncul isu mengenai kemungkinan Budi Arie bergabung dengan PSI.
Terkait kehadiran Jokowi dalam video, Bestari meyakini Jokowi tidak mengetahui materi yang akan disampaikan Budi Arie. Ia menilai gestur Jokowi dalam video tersebut menunjukkan ketidaknyamanan ketika Budi Arie menyampaikan narasi yang dinilai dapat memengaruhi hubungan Jokowi dengan Prabowo.
Bestari juga mempertanyakan langkah Budi Arie yang membawa nama Jokowi dalam manuver politik Projo. Menurutnya, jika Projo ingin mengambil langkah politik menjelang Pemilu 2029, organisasi tersebut seharusnya bergerak dengan perangkatnya sendiri tanpa menunggu atau mengatasnamakan Jokowi.
Bestari kemudian menilai manuver tersebut sebagai upaya Budi Arie mencari posisi tawar politik.
Komentar senada juga disampaikan Ketua DPP PSI Dedek Prayudi atau Dede Uki melalui akun Instagram pribadinya. Ia meminta publik tidak mendengarkan pernyataan Budi Arie dan menegaskan PSI bukan juru bicara Projo.
Polemik tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal DPP Projo Fredy Alex Damanik. Ia menjelaskan video yang beredar merupakan potongan dan bukan rekaman utuh dari pembicaraan Budi Arie.
Fredy mengatakan Budi Arie dalam forum tersebut sedang memaparkan berbagai kemungkinan terkait situasi politik dan kebangsaan. Forum itu merupakan kegiatan silaturahmi dalam rangka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia antara Jokowi dan para relawannya.
Baca Juga: Isu Dedi Mulyadi Pindah ke PSI Bikin Gerindra Heran, Ini Alasannya
Dalam pertemuan tersebut, para peserta juga melakukan diskusi internal singkat mengenai kondisi kebangsaan. Berbagai masukan disampaikan untuk memetakan persoalan sekaligus mencari kemungkinan solusi.
Menurut Fredy, masukan tersebut disampaikan kepada Jokowi dengan harapan dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo. Hal itu berkaitan dengan hubungan dan komunikasi Jokowi dengan Prabowo yang dinilai tetap erat.
Projo menilai konteks pembicaraan dalam video perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan berbeda dari maksud pembicaraan sebenarnya. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah potongan video Budi Arie mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 beredar dan memicu respons dari sejumlah pihak.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat