BTN-Undip luncurkan katu mahasiswaco-branding dorong digitalisasi kampus
BTN-Undip luncurkan katu mahasiswaco-branding dorong digitalisasi kampus
Rabu, 5 Agustus 2026 19:46 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, bersama Rektor Universitas Diponegoro Semarang saat peluncuran Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding, di Semarang, Rabu (5/8/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan kartu tanda mahasiswa (KTM) co-branding sebagai bagian dari upaya digitalisasi kampus.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, di Semarang, Rabu, mengatakan bahwa KTM saat ini telah bertransformasi jauh melampaui fungsi konvensionalnya sebagai kartu identitas.
"Kartu ini kini telah terintegrasi penuh ke dalam ekosistem digital kampus, di mana kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi mahasiswa, terhubung langsung dengan rekening tabungan," katanya.
Kemudian, kata dia, dilengkapi teknologi kartu debit contactless, menjadi sarana pembayaran dan transaksi digital sehari-hari, serta menjadi pintu masuk berbagai layanan keuangan modern.
Untuk mendukung kemudahan tersebut, BTN memberikan fasilitas pembukaan rekening secara massal, pembebasan berbagai biaya administrasi tertentu, serta dukungan infrastruktur teknologi pembayaran yang aman, praktis, dan nyaman.
"Ketika ekonomi tumbuh begitu cepat, kebutuhan masyarakat dan pemerintah terhadap layanan keuangan juga berubah, BTN terus bertransformasi, yakni menjadi The Best Partner for Indonesian Families, hadir dalam setiap fase kehidupan, mulai dari seseorang menjadi mahasiswa, membuka rekening pertama, belajar mengelola keuangan, berwirausaha, hingga memiliki rumah pertama," katanya.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi merupakan kawah candradimuka tempat lahirnya para pemimpin bangsa, ilmuwan, entrepreneur, birokrat, dan inovator masa depan.
"Indonesia sedang menikmati bonus demografi di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Ini adalah peluang sekaligus tantangan besar," ujarnya.
"Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila kita mampu menyiapkan SDM yang unggul, inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan berintegritas, yang tempat lahirnya adalah perguruan tinggi," katanya.
Sebagai bank milik negara, ia menyatakan bahwa BTN memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk ikut membangun ekosistem pendidikan nasional.
Menurut dia, investasi terbaik bagi masa depan bangsa bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan investasi kepada manusia.
Menutup sambutannya, Nixon berpesan kepada seluruh mahasiswa baru Undip agar memanfaatkan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya sebagai batu loncatan menuju masa depan yang gemilang.
"Berani bermimpi besar, aktif berorganisasi, bangun jejaring seluas-luasnya, terus belajar, dan jangan pernah berhenti berinovasi," katanya.
Sementara itu, Rektor Undip Prof Suharnomo menyebutkan saat ini Undip memiliki lebih dari 68.000 mahasiswa aktif, didukung hampir 1.800 dosen dan lebih dari 1.900 tenaga kependidikan.
Pada tahun ajaran ini, sekitar 17.000 mahasiswa baru Undip akan langsung menggunakan KTM berteknologi mutakhir dari BTN sejak hari pertama memasuki dunia perkuliahan.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.