asiawebawards.com
  • 2026-07-31 13:12:39 +0000 UTC

    Jul 31, 2026

    BSKDN: Kompetisi tumbuhkan semangat inovasi daerah sejak dini

    Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengatakan hadirnya iklim kompetisi berperan penting dalam menumbuhkan semangat berinovasi sejak dini di berbagai lapisan masyarakat.

    Yusharto Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul yang telah menggelar Bantul Innovation Award Tahun 2026 sebagai langkah nyata membangun budaya inovasi di daerah.

    "Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantul yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini karena menjadi bagian penting dari upaya membudayakan inovasi," kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 yang berlangsung di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat.

    Ia menilai, penguatan budaya inovasi harus dimulai dari lingkungan pendidikan hingga masyarakat. Menurutnya, semakin dini inovasi dikenalkan, semakin besar peluang lahirnya inovator yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah.

    Dia berharap penyelenggaraan Bantul Innovation Award pada tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak kategori peserta, termasuk unit pelaksana teknis (UPT), sekolah, hingga kalangan pelajar.

    Menurutnya, pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan bahwa pelibatan generasi muda mampu memunculkan berbagai gagasan kreatif yang berpotensi menjadi inovasi bermanfaat.

    Yusharto mencontohkan, dalam sejumlah forum inovasi tingkat provinsi, peserta berasal dari beragam kategori, bahkan melibatkan siswa sekolah menengah pertama yang telah mampu menghasilkan berbagai temuan sederhana namun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

    "Saya hadiri forum seperti ini di tingkat provinsi pesertanya itu 17 kategori, saking beragamnya dan karena mereka yang tahu persis kebutuhannya seperti apa, sampai dengan anak-anak SMP pun dilibatkan, ini bisa jadi cikal bakal anak-anak kita yang akan menjadi inovator ke depannya," ujarnya.

    Selain membangun budaya inovasi, Yusharto juga mengingatkan, inovasi tidak selalu identik dengan digitalisasi. Berdasarkan data BSKDN, jumlah inovasi non-digital justru masih lebih banyak dibandingkan inovasi digital. Berbagai inovasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    "Ruang pengelolaan inovasi sangat luas. Inovasi non-digital justru banyak yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga peluang bagi para inovator di daerah terbuka sangat lebar," tutur Yusharto.

    Melalui Bantul Innovation Award, Yusharto berharap semakin banyak inovasi daerah yang lahir, berkembang, serta dapat direplikasi oleh daerah lain sehingga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

    Baca juga: BSKDN ajak mahasiswa KKN hadirkan inovasi berbasis kearifan lokal

    Baca juga: BSKDN: Sinergi hukum negara-hukum adat lindungi masyarakat adat

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-31 13:12:39 +0000 UTC