Jakarta, CNN Indonesia --

Brawijaya Hospital memperkuat ekosistem pembiayaan dan layanan kesehatan melalui skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) lewat kerja sama dengan BRI Life dan Manulife Indonesia.

Dalam skema tersebut, Brawijaya Hospital menjadi bagian penting dalam mempertemukan kepentingan rumah sakit (RS) dengan perusahaan asuransi dalam memberikan layanan kesehatan kepada peserta atau pemegang polis.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) disepakati pada kegiatan Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bogor pada Selasa (6/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerja sama ini mewujudkan kebijakan pemerintah yang mendorong implementasi KAPJ agar pembiayaan layanan kesehatan menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Keterlibatan BRI Life dan Manulife Indonesia dalam kerja sama dengan Brawijaya Hospital sekaligus menunjukkan pentingnya peran RS dalam implementasi kebijakan penguatan ekosistem asuransi kesehatan nasional.

Chief Commercial Officer (CCO) Brawijaya Hospital Group, drg. Hestiningsih menyatakan bahwa Brawijaya Hospital Group berkomitmen mendukung implementasi program KAPJ.

"Kami dari RS Brawijaya Group mendukung program KAPJ tersebut. Saat ini, kerja sama PKS KAPJ yang sudah ditandatangani dengan asuransi BRI Life dan Manulife. Ke depannya, (RS Brawijaya Group) akan bekerja sama dengan seluruh perusahaan asuransi yang menyelenggarakan program KAPJ tersebut," ujar drg. Hestiningsih.

Sebelumnya, Senior Vice President PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kicky Andrie Davetra mengatakan bahwa penguatan kerja sama antara BRI Life dan Brawijaya Hospital merupakan upaya membangun industri kesehatan yang lebih solid.

Hal itu disampaikan Kicky saat menghadiri Task Force Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan melalui Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), beberapa waktu lalu.

"Agenda hari ini yang ditekankan sama BRI Life, yang jelas hari ini di tengah rapat koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan ada satu inisiatif yang memang menjadi bagian dari program pemerintah juga untuk membangun industri kesehatan yang lebih solid, yang lebih kokoh," ujar Kicky.

Menurutnya, KAPJ menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara perusahaan asuransi, rumah sakit, BPJS Kesehatan, dan pemerintah.

"Memang ada KAPJ ya, penandatanganan kerja sama antara pihak asuransi, kemudian juga dari pihak rumah sakit dan juga BPJS Kesehatan, berkali-kali terkait dengan penguatan sistem kesehatan di Indonesia," katanya.

Kicky menilai, kerja sama antara perusahaan asuransi dan RS pada akhirnya harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dalam bentuk layanan kesehatan yang lebih mudah dan efisien.

"Dengan adanya penandatanganan hari ini tentunya harapannya bahwa masyarakat ke depan akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan efisien," ujarnya.

Kicky mengakui, Brawijaya Hospital adalah salah satu mitra yang memiliki hubungan baik dengan BRI Group. Ia berharap agar kolaborasi dapat memberikan manfaat kepada pengguna layanan dari kedua pihak.

"Harapannya dengan adanya penandatanganan kerja sama hari ini bisa semakin menguatkan lagi sinergi antara BRI Life dan Brawijaya, khususnya adalah memberikan layanan kesehatan kepada baik nasabah BRI Life, kemudian nasabahnya BRI maupun juga nasabahnya atau customer-nya dari Brawijaya sendiri," katanya.

Kicky menyebut, kerja sama dengan Brawijaya Hospital memiliki ruang pengembangan yang cukup luas, dengan pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan.

Terlebih, Brawijaya Hospital juga memiliki rencana pengembangan fasilitas.

"Dan tentunya juga mungkin bisa kita kerja sama, kayak saya dengarkan ada pengembangan tower baru, ada perluasan rumah sakit, fasilitas. Tentunya kami sebagai BRI Group juga bukan hanya men-support dari sisi asuransinya, tapi juga mungkin bisa ke arah pembiayaan dan lain sebagainya," tuturnya.

Kolaborasi bersama BRI Life dan Manulife Indonesia turut mencerminkan posisi Brawijaya Hospital sebagai mitra fasilitas kesehatan dalam pengembangan ekosistem layanan berbasis asuransi.

Kerja sama seperti ini sejalan dengan dorongan pemerintah agar perusahaan asuransi dan RS berkoordinasi secara lebih terstruktur. OJK menyebut bahwa implementasi KAPJ diarahkan untuk mendorong standardisasi sistem, mempercepat proses administrasi, serta mengoptimalkan manfaat jaminan kesehatan yang diterima peserta.

Sementara, Kemenkes menempatkan penguatan kerja sama antara perusahaan asuransi dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari transformasi sistem pembiayaan kesehatan. Pemerintah menginginkan pembiayaan kesehatan dapat dilakukan secara lebih efisien dengan hasil layanan yang tetap optimal dan ekosistem yang berkelanjutan.

Penguatan kerja sama Brawijaya Hospital ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat KAPJ.

OJK melalui POJK Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan mengatur sejumlah aspek, termasuk koordinasi antarpenyelenggara jaminan serta kewajiban perusahaan asuransi untuk memperkuat kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan, dan penyelenggara jaminan lainnya.

Kemenkes menjelaskan, implementasi KAPJ membutuhkan koordinasi dan penyusunan PKS antara asuransi kesehatan tambahan dengan RS maupun BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, PKS menjadi instrumen penting untuk menerjemahkan kebijakan ke dalam layanan di lapangan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, transformasi pembiayaan kesehatan diarahkan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan dengan biaya yang semakin efisien, dengan ekosistem pembiayaan tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.

Lewat kerja sama antara pemangku kepentingan bidang kesehatan, implementasi penguatan ekosistem asuransi kesehatan diharapkan mampu memperlancar akses peserta terhadap layanan kesehatan, meningkatkan efisiensi proses pelayanan dan pembiayaan, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.

(rea/rir)