Cirebon (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebutkan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di daerah tersebut sudah tembus di angka sekitar Rp19 triliun pada triwulan I 2026.
Kepala BPS Kabupaten Cirebon Eko Aprianto di Cirebon, Selasa, mengatakan angka tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon yang mencapai 6,76 persen.
“Untuk saat ini, pertumbuhan ekonomi 6,76 persen dibanding triwulan satu pada tahun sebelumnya,” katanya.
Menurut dia, penghitungan ekonomi secara triwulanan diperlukan untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi daerah, termasuk pola musiman yang terjadi pada setiap periode.
Pada triwulan I 2026, kata dia, sejumlah lapangan usaha mencatat pertumbuhan tinggi, dengan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 19,95 persen.
Pihaknya mencatat pula sektor konstruksi menyusul dengan pertumbuhan 15,89 persen, kemudian jasa perusahaan sebesar 15,47 persen dan real estat sebesar 13,01 persen.
“Kinerja ekonomi pada awal 2026 tersebut melanjutkan pertumbuhan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 6,23 persen. Sedangkan nilai PDRB Kabupaten Cirebon mencapai Rp73,96 triliun,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan dari sisi ketenagakerjaan, sektor jasa menjadi lapangan pekerjaan dengan jumlah pekerja terbesar di Kabupaten Cirebon pada 2025, yakni sekitar 720 ribu orang.
Ia menambahkan untuk industri pengolahan telah menyerap sekitar 340 ribu, serta sektor pertanian sekitar 134 ribu tenaga kerja pada 2025.
Eko mengatakan perkembangan jumlah usaha perlu dilihat berdasarkan karakteristiknya, karena pertumbuhan usaha padat modal tidak selalu menghasilkan penyerapan tenaga kerja sebesar usaha padat karya.
“Pertumbuhan usaha itu ada korelasinya dengan penyerapan tenaga kerja. Hanya saja perlu dilihat, pertumbuhan usaha itu ditopang padat modal atau padat karya,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.