BPS laporkan ekonomi Kalbar pada triwulan II tumbuh 5,61 persen - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan II 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), diikuti penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan, meski ketimpangan pengeluaran masyarakat mengalami sedikit peningkatan.
"Ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2026 terhadap triwulan II 2025 tumbuh sebesar 5,61 persen," kata Kepala BPS Kalimantan Barat Muhammad Saichudin di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan berdasarkan rilis indikator strategis terbaru, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp90,11 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp44,85 triliun.
Di sektor ketenagakerjaan, BPS mencatat jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 mencapai 2,97 juta orang atau berkurang 71,86 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun menjadi 67,76 persen atau berkurang 1,89 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Namun, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menurun menjadi 4,46 persen atau turun 0,11 poin persentase.
Pada aspek kesejahteraan, BPS mencatat persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat pada Maret 2026 sebesar 5,78 persen, menurun 0,19 poin persentase dibandingkan September 2025.
Jumlah penduduk miskin juga berkurang menjadi 313,37 ribu orang atau turun sekitar 9,17 ribu orang dibandingkan periode September 2025.
Menurut Saichudin, penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Persentase penduduk miskin di perkotaan tercatat sebesar 4,32 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 6,72 persen.
Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur menggunakan Gini Ratio tercatat sebesar 0,311 atau naik 0,003 poin dibandingkan September 2025.
"Kenaikan ketimpangan terutama terjadi di wilayah perkotaan dengan Gini Ratio sebesar 0,344 atau meningkat 0,003 poin. Sebaliknya, Gini Ratio di wilayah perdesaan turun menjadi 0,260 atau berkurang 0,007 poin dibandingkan September tahun sebelumnya," kata dia.
BPS menilai berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian Kalimantan Barat tetap tumbuh positif disertai perbaikan kondisi kemiskinan dan pengangguran, meskipun pemerataan pengeluaran masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.