asiawebawards.com
  • 2026-08-06 06:50:25 +0000 UTC

    Aug 06, 2026

    BPS Bongkar Jemaah Haji RI Habiskan Rp2 T Cuma Buat Ini

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jemaah haji Indonesia menghabiskan hampir Rp2 triliun untuk membeli oleh-oleh selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Nilai tersebut menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran pribadi jemaah di luar biaya resmi penyelenggaraan haji.

    Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan total pengeluaran pribadi jemaah haji tahun ini diperkirakan mencapai Rp4,25 triliun, yang berasal dari Rp3,39 triliun pengeluaran jemaah haji reguler dan Rp857,3 miliar dari jemaah haji khusus.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Jika dilihat menurut jenis pengeluarannya maka komponen terbesar adalah membeli oleh-oleh. Komponen terbesar pengeluaran pribadi adalah untuk oleh-oleh atau sekitar 46,1 persen dari total pengeluarannya. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja oleh-oleh masih menjadi bagian penting dari pola konsumsi jemaah selama menunaikan ibadah haji," kata dia dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

    Ia mencatat nilai belanja oleh-oleh mencapai Rp1,96 triliun, atau sekitar 46,1 persen dari total pengeluaran pribadi jemaah.

    Selain oleh-oleh, pengeluaran pribadi juga digunakan untuk membeli obat-obatan dan kebutuhan lain sebesar Rp734,3 miliar, membayar dam atau denda ibadah sebesar Rp669,9 miliar, membeli makanan tambahan, jajanan, dan minuman Rp542,6 miliar, transportasi Rp257,4 miliar, serta paket data dan internet Rp86,2 miliar.

    [Gambas:Youtube]

    Wanita yang akrab disapa Winny itu mengatakan besarnya porsi belanja oleh-oleh juga mencerminkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan buah tangan sebagai bagian dari tradisi setelah menunaikan ibadah haji.

    "Karena ini juga terkait dengan budaya masyarakat Indonesia. Kalau tidak membeli oleh-oleh rasanya kurang afdal," ujarnya.

    BPS juga menghitung total perputaran uang penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yang mencakup Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) serta pengeluaran pribadi jemaah, mencapai Rp29,25 triliun.

    Jumlah tersebut terdiri atas BPIH jemaah haji reguler sebesar Rp17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp7,23 triliun, dan pengeluaran pribadi Rp4,25 triliun.

    Namun, menurut Winny, sebagian besar uang tersebut justru dibelanjakan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji.

    "Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengeluaran tersebut dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. Artinya kita juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Arab Saudi karena kita belanja di sana. Nah, oleh sebab itu peluang inilah yang sebenarnya bisa kita ambil," katanya.

    BPS memperkirakan sekitar 30 persen atau Rp8,78 triliun dari total pengeluaran jemaah merupakan konsumsi barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku dari Indonesia.

    Sementara 70 persen sisanya, atau sekitar Rp20,48 triliun, dibelanjakan di Arab Saudi untuk konsumsi barang dan jasa selama pelaksanaan ibadah haji.

    Menurut Winny, peningkatan porsi konsumsi domestik dalam penyelenggaraan haji masih menjadi peluang untuk memperbesar dampak ekonomi terhadap Indonesia, mengingat saat ini mayoritas belanja jemaah masih mengalir ke luar negeri.

    (del/ins)

    2026-08-06 06:50:25 +0000 UTC