BPOB memadukan olahraga, alam di perbukitan Menoreh melalui BiosfeRun

Kamis, 1 Oktober 2026 21:22 WIB

Image Print

Konferensi pers kegiatan BiosferRun 2026 oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) di Yogyakarta. Kamis (1/10/2026) sore. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Kementerian Pariwisata menggelar kejuaraan lari bertajuk BiosfeRun 2026, ajang trail running yang memadukan olahraga, keindahan alam, dan kekayaan budaya di kawasan Perbukitan Menoreh Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BPOB Yusuf Hartanto di Yogyakarta, Kamis, mengatakan, BiosfeRun menjadi salah satu upaya BPOB dalam menghadirkan kegiatan pariwisata yang memberikan pengalaman kepada wisatawan sekaligus menciptakan manfaat bagi kawasan dan masyarakat.

"BiosfeRun 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," kata Yusuf dalam konferensi pers di Yogyakarta.

Menurut dia, kegiatan yang digelar pada 18 Oktober 2026 dengan titik kegiatan di Lapangan Pagerharjo, Kulon Progo, DIY itu mengambil lintasan kawasan Perbukitan Menoreh yang menjadi bagian dari Cagar Biosfer Merapi—Merbabu—Menoreh yang telah diakui UNESCO.

Dia mengatakan, BiosfeRun 2026 dirancang tidak hanya memberikan tantangan bagi para pelari, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati bentang alam serta mengenal lebih dekat karakter kawasan dan kehidupan masyarakat Menoreh.

"Melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya, kami ingin menghadirkan event berkualitas yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal," kata Yusuf.

BiosfeRun 2026 menargetkan 1.000 peserta yang terbagi dalam tiga kategori, yakni 7K, 15K, dan 30K. Pada kategori utama 30K, pemenang akan menyandang gelar "The Highlander" sebagai simbol ketangguhan, keberanian, dan kedekatan dengan alam.

Menurut dia, dengan mengusung filosofi "Memayu Hayuning Bawana", yang dimaknai upaya merawat diri, bumi, dan sesama, BiosfeRun mengajak peserta tidak sekadar menaklukkan lintasan, tetapi membangun kepedulian terhadap kelestarian alam dan kehidupan masyarakat di kawasan Menoreh.

"Selaras dengan program Kementerian Pariwisata, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan event berkualitas sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan," katanya.

Kepala Divisi Pemasaran Nusantara Pariwisata BPOB Ricky Harris Fadhila mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan BiosfeRun sebagai kegiatan yang tumbuh bersama kawasan.

"BiosfeRun tidak hanya diperuntukkan bagi para pelari, tetapi menjadi ruang kolaborasi bersama masyarakat. Kami ingin event ini ikut mengangkat potensi alam, budaya, serta produk dan aktivitas masyarakat lokal sehingga manfaat dapat dirasakan langsung oleh desa-desa kawasan Menoreh," katanya.

BPOB berharap BiosfeRun dapat mendorong manfaat yang berkelanjutan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat desa, pelestarian budaya dan lingkungan, hingga memperluas pengenalan Borobudur Highland sebagai destinasi pariwisata hijau dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026