Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 15 September 2026, 15:27 WIB

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas memantau antrean BBM di Makassar
AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau perkembangan layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pemantauan dilakukan setelah sejumlah langkah penguatan pasokan dan distribusi diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Daerah terus mengevaluasi kondisi layanan BBM di Makassar.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Biang Antrean BBM Makassar, dari Shifting hingga Tangki Modifikasi
Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan penyesuaian pada sisi pasokan, distribusi, maupun pelayanan pada SPBU yang tersebar di kota Makasar.
Sejak 7 September 2026, Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah perbaikan untuk merespons antrean kendaraan roda dua dan roda empat. Salah satunya dengan memperkuat stok BBM di Integrated Terminal (IT) Makassar.
Saat ini, stok Pertalite di IT Makassar berada pada kisaran 8-14 hari, sedangkan stok Biosolar berkisar 7-12 hari. Pengiriman BBM melalui kapal juga dilakukan secara kontinu dari Kilang Tuban dan Balikpapan.
“Langkah lainnya adalah menambah jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam, dari sebelumnya 11 SPBU menjadi 25 SPBU yang antreannya lebih dominan. Selain itu, menambah nozzle di SPBU-SPBU tersebut, serta jumlah operator yang semula 2 shift menjadi 3 shift,” kata Wahyudi dikutip dari laman BPH Migas, Selasa (15/9/2026).
Penguatan distribusi juga dilakukan dengan menambah armada mobil tangki dengan spot charter yang melayani wilayah Makassar.
Jumlah armada yang sebelumnya 83 unit menjadi 108 unit. Sejumlah mobil tangki yang sebelumnya berada di luar Makassar turut dikerahkan untuk memperkuat stok BBM hingga 80 – 90% kapasitas tanki pada SPBU-SPBU yang dapat disalurkan pada rentang waktu 2 hari ke depan kepada Masyarakat.
“Pengiriman sebetulnya normal. Namun, pada saat terjadi antrean, untuk pemecahan antrean dilakukan optimalisasi mobil tangki yang ada di luar Makassar. Dikirim di sini untuk siaga percepatan pengiriman BBM jenis Pertalite dan Bio Solar ke SPBU-SPBU yang menjadi pusat antrean,” tutur Wahyudi.