Malang Raya (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) mengenalkan potensi dari daun dan bungkil kelapa sawit sebagai bahan baku pakan ternak.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah seusai acara Workshop dan Aksi Nyata, di Gedung GKSI Jawa Timur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan, inovasi ini merupakan kampanye positif upaya menguatkan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat hasil pengolahan kelapa sawit.

"Kami bekerja sama dengan teman-teman LPEP FEB Unair untuk kegiatan di Malang dan jadi kedua setelah Surabaya, saat ini dijelaskan bahwa sawit bukan hanya dijadikan minyak goreng tetapi bagus untuk pakan ternak dari bungkil serta daunnya," kata Helmi.

Oleh karenanya, dia menegaskan bahwa produk yang dibentuk dari hasil pengolahan kelapa sawit selalu ada di dalam kehidupan sehari-hari dan telah memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

"Fungsi kami menjelaskan kepada masyarakat bahwa sawit tidak seperti itu (dampak negatif) tapi banyak positifnya," ujar dia.

Ketua LPEP FEB Unair Prof Dyah Wulan Sari mengatakan, penggunaan bahan baku bungkil dan daun kelapa sawit ditujukan untuk menekan pengeluaran peternak dalam membeli pakan ternak konvensional.

Ia menyampaikan, biaya untuk pakan pembelian pakan ternak dapat mencapai 60-70 persen dari biaya produksi.

"Setiap ton minyak yang dihasilkan menyisakan produk sampingan, seperti bungkil. Sedangkan, peternak menghadapi mahalnya harga pakan," ujarnya pula.

Studi kasus terhadap salah seorang peternak kambing di Kalimantan Selatan, kata dia, menunjukkan hasil bahwa pemanfaatan pakan ternak yang diolah dari bungkil dan dicampur dengan hijauan serta konsentrat, mampu menekan biaya pakan sebesar 30-40 persen dibanding menggunakan ampas tahu.

Kemudian dari pelaksanaan uji coba selama 30 hari, didapati beberapa kambing mengalami peningkatan bobot tubuh antara tiga sampai empat kilogram.

"Bagi peternak di Malang Raya kuncinya membangun kemitraan supaya mendapatkan pasokan bahan baku," ujar dia lagi.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.