Kuningan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Jawa Barat, memfokuskan upaya pendinginan setelah titik api pada peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) tidak lagi terlihat sejak Rabu (9/9) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana di Kuningan, Kamis, mengatakan tim gabungan masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul setelah proses pemadaman dilakukan.

"Pada pukul 20.00 WIB, Rabu malam kemarin titik api tidak terlihat, sehingga upaya masih dilakukan penyekatan serta pendinginan," katanya.

Menurut dia, pendinginan dilakukan sebagai bagian dari penanganan lanjutan untuk mencegah bara api kembali menyala di kawasan yang terbakar.

Tim gabungan melakukan pendinginan dengan dukungan mesin pompa, jet shooter, dan peralatan pemadaman lainnya, sementara proses penyekatan dilakukan untuk membatasi potensi penyebaran api.

Indra mengatakan BPBD Kuningan menyiapkan satu unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk memasok kebutuhan air selama proses pemadaman, penyekatan, dan pendinginan.

"Kami menyiapkan watertank kapasitas 5.000 liter untuk suplai air pemadaman, penyekatan dan pendinginan," ujarnya.

Ia menuturkan dalam penanganan tersebut, tim menggunakan satu mesin pompa, delapan gulung selang berukuran dua inci, dua gulung selang berukuran 2,5 inci, dua nozzle, serta dua jet shooter.

Ia mengatakan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai tersebut diperkirakan meliputi area seluas 40 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pemetaan oleh pihak TNGC.

“Sebelumnya, TNGC bersama aparat desa telah berkoordinasi dengan unsur kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kuningan untuk menangani kebakaran di kawasan tersebut,” ucap dia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Kuningan fokus pendinginan usai karhutla di Gunung Ciremai padam

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.