asiawebawards.com
  • 2026-08-06 06:49:10 +0000 UTC

    Aug 06, 2026

    BPBD Jabar belum temukan dampak kerusakan bangunan akibat gempa Pangandaran - ANTARA News Jawa Barat

    Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini belum menemukan laporan kerusakan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di wilayah Pangandaran.

    Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali Mulku Engkun mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah daerah menyusul gempa yang terjadi pada Rabu (5/8) pukul 21.55 WIB.

    “Hingga laporan sementara ini diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan,” kata Teten di Bandung, Kamis.

    Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berlokasi pada koordinat 8,12 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,91 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer.

    Hasil pemantauan BPBD Jabar bersama BMKG, BPBD kabupaten/kota, serta komunitas radio amatir, menunjukkan guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.

    “Guncangan dengan intensitas III MMI atau dirasakan nyata di dalam rumah dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, seperti Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, dan Solokanjeruk,” katanya.

    Teten menjelaskan gempa tersebut diduga bersumber dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa dengan episenter berada di laut dan kedalaman relatif dangkal.

    “Kondisi itu menyebabkan guncangan terasa cukup luas, tetapi dengan intensitas rendah di wilayah daratan,” katanya.

    BPBD Jabar  telah menginstruksikan BPBD kota/kabupaten yang merasakan dampak guncangan untuk melakukan pemantauan dan pengecekan kemungkinan adanya kerusakan ringan pada bangunan.

    Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    “BPBD Jabar terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD kabupaten/kota. Apabila ditemukan dampak di lapangan atau terdapat informasi terbaru, laporan akan segera diperbarui dan disampaikan kepada masyarakat,” ujar Teten.

    Pewarta: Rubby Jovan Primananda
    Editor : Ricky Prayoga

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-06 06:49:10 +0000 UTC