Bengkayang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkayang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat serta kecamatan dan desa untuk menyiapkan posko keamanan dan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Bengkayang.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang Dwi Berta mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk membantu penanganan pascakebakaran, termasuk mendukung kebutuhan warga yang terdampak serta menjaga kondisi di lokasi kejadian yang berada di ruas jalan raya dari Pontianak menuju ke Kota Singkawang itu.
“Koordinasi dengan provinsi. Nanti dari kecamatan dan desa membuka posko keamanan dan bantuan,” kata Dwi Berta di Bengkayang, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan pendataan awal, kebakaran yang melanda kawasan pertokoan tersebut pada Kamis (20/8) malam mengakibatkan 50 pintu atau unit ruko hangus terbakar.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Duri Heriyanto mengatakan kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB, dini hari tadi, setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melanda deretan pertokoan.
“Lebih dari 40 kepala keluarga terdampak dalam kejadian ini,” ujarnya.
Heriyanto mengatakan Pemerintah Desa Sungai Duri juga telah menyiapkan posko di aula desa untuk mendukung penanganan warga terdampak. Selain itu, Bupati Bengkayang bersama BPBD dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pascakebakaran.
Ia mengatakan penyebab maupun sumber api hingga kini belum diketahui. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari masyarakat, api diduga pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang berada di bagian tengah deretan bangunan.
“Sumber api belum diketahui. Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya,” katanya.
Menurut Heriyanto, kobaran api dengan cepat meluas karena kawasan pertokoan memiliki bangunan yang saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan personel dan armada pemadam dari sejumlah wilayah.
Sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Bantuan datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, hingga wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa selanjutnya melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk melalui pendirian posko keamanan dan bantuan serta koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan kebutuhan setelah kebakaran dapat ditangani.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.