Koba, Babel (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 13 desa dan satu kelurahan di daerah itu mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara di Koba, Minggu, mengatakan kekeringan tersebar di sejumlah wilayah yang berada di beberapa kecamatan di daerah tersebut.
"Catatan desa yang mengalami krisis air musim kemarau, yakni Cambai, Cambai Selatan, Mangkol, Sungkap, Celuak, Namang dan Kurau Barat," katanya.
Kemudian, kata dia, wilayah lain yang turut mengalami kekeringan meliputi Desa Belimbing, Kulur, Kulur Ilir, Nibung, Mesu dan Baskara Bhakti.
Krisis air juga melanda Kelurahan Arung Dalam yang menjadi salah satu wilayah permukiman masyarakat terdampak kondisi kemarau.
"Beberapa desa sudah kita salurkan air bersih yang berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PU sebagai koordinator satgas kekeringan," katanya.
BPBD Bangka Tengah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat di desa lain yang mengalami kekeringan juga dapat tertangani dengan baik.
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memperoleh dukungan penanganan, terutama bagi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air.
"Mudah-mudahan ke depan dapat dibantu dari kawan-kawan pihak eksternal, kami sedang koordinasi," ujarnya.
BPBD Bangka Tengah juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung di sejumlah wilayah kabupaten tersebut.
Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi kekurangan air kepada pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kondisi kekeringan menjadi perhatian pemerintah daerah karena musim kemarau tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko karhutla.
BPBD terus memantau wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kelurahan guna mengantisipasi dampak kemarau.
"Kita berharap langkah tersebut dapat mempercepat penanganan apabila kondisi kekeringan meluas dan kebutuhan air masyarakat semakin meningkat," demikian Yudhi Sabara.
Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.