Bandung (ANTARA) - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk merombak struktur ekonomi Nahdliyin dari kultur agraris tradisional berbasis kesuburan alam dan otot menjadi masyarakat industri yang mengandalkan keterampilan otot serta otak.
Transformasi ekonomi tersebut dimatangkan lagi dalam pertemuan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko bersama Ketua PWNU Jabar Juhadi Muhammad serta jajaran PWNU dan Badan Usaha Milik NU (BUMNU) di Kantor PWNU Jawa Barat, Bandung, Selasa.
BP Taskin memproyeksikan perombakan ekonomi warga NU tahap awal akan direalisasikan melalui pembentukan ekosistem BUMNU yang awalnya akan dieksekusi di 10 titik kecamatan se-Jawa Barat pada akhir tahun ini, dari total 620 kecamatan di wilayah Jabar.
"Pengentasan kemiskinan yang dimaui oleh Pak Prabowo bukan sekadar bagi-bagi bantuan langsung tunai, bukan sekadar bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar mendesak. Tapi Pak Prabowo kan programnya program merombak sistem ekonomi. Dan kalau untuk merombak sistem ekonomi, tentu saja perilaku sosial masyarakat akan berubah," ujar Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko selepas pertemuan.
Budiman menilai jaringan 13 ribu pesantren serta ekosistem 26 juta warga Nahdliyin di Jawa Barat merupakan pasar mandiri yang sangat masif.
Karena itu, warga NU diminta berani mengubah peran dari sekadar konsumen menjadi produsen, yang bisa diawali komoditas cepat habis (Fast Moving Consumer Goods/FMCG) seperti perlengkapan mandi, bumbu dapur, hingga jamu-jamuan.
"NU adalah pemilik pasar. Kalau ada orang NU mengembangkan BUMNU terus pertanyaannya gimana memasarkannya, itu saja saya katakan ini aneh. Jadi NU jangan bertanya gimana memasarkannya, itu pertanyaan yang tidak boleh. Kalau NU, ya aku adalah pasar, sekaligus kita mau mendorong aku adalah produsen," kata Budiman.
Dalam skema pemberdayaan ini, BP Taskin bertindak sebagai koordinator orkestrasi antar-kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Perdagangan, guna mengintegrasikan rantai produksi BUMNU dari hulu hingga hilir.
Ketua PWNU Jawa Barat Juhadi Muhammad menyambut baik sinergi bersama BP Taskin dan menegaskan komitmennya untuk segera mentransformasikan program pemberdayaan ekonomi tersebut hingga ke tingkat pesantren, lembaga pendidikan, dan majelis taklim di daerah.
"Oleh karena itu, diskusi kami PWNU dengan BP Taskin, mudah-mudahan ini nanti akan ditindaklanjuti dan PWNU akan turun ke bawah. Mudah-mudahan warga negara Indonesia ini bisa sejahtera dari alam dan otot menjadi otot dan otak," kata Juhadi.
Melalui integrasi modal sosial dan orkestrasi kebijakan pemerintah pusat, kerja sama BP Taskin dan PWNU Jabar ini ditargetkan mampu memutus rantai ketimpangan ekonomi serta mengakselerasi warga miskin berbasis agraris menuju kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.