Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong pekerja berusia muda untuk memiliki rumah pertama melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Ini adalah program yang bisa menjawab tantangan yang ada saat ini, terutama bagi pekerja muda,” ujar Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Sid Herdi Kusuma menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pekerja muda dalam memiliki rumah pertama, mulai dari kenaikan harga properti, tingginya suku bunga, hingga besarnya uang muka atau down payment (DP).
Untuk menjawab tantangan tersebut, BP Tapera menghadirkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking Bank Syariah Nasional (BSN) Mochamad Yut Penta menjelaskan bahwa BSN mendukung penyaluran rumah subsidi melalui skema pembiayaan dengan angsuran tetap. Skema ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pekerja muda dalam merencanakan keuangan untuk memiliki rumah pertama.
“Kepastian angsuran menjadi salah satu keunggulan kami dalam pembiayaan rumah subsidi,” ujar Yut Penta.
Sebagai informasi, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang telah memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan rumah melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Menurut dia, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan rumah sejak dini.
Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.
Baca juga: BP Tapera salurkan 459.468 rumah subsidi sejak 2025
Baca juga: Menteri PKP siapkan dua akad massal rumah subsidi pada Desember 2026
Baca juga: BP Tapera catat realisasi FLPP capai 178.211 unit per 9 Oktober 2026
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.