asiawebawards.com
  • 2026-07-28 10:36:07 +0000 UTC

    Jul 28, 2026

    BP Mektan Jabar optimalkan pompanisasi bantu petani siap hadapi kemarau - ANTARA News Jawa Barat

    Cirebon (ANTARA) - Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BP Mektan) Provinsi Jawa Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jabar, mengoptimalkan program pompanisasi untuk membantu petani menjaga ketersediaan air irigasi selama musim kemarau.

    Kepala Satpel Plumbon BP Mektan Jabar Tatang Supriyatna di Cirebon, Selasa, mengatakan pompanisasi menjadi prioritas, karena persoalan utama yang dihadapi petani saat ini bukan lagi pengolahan lahan, melainkan keterbatasan pasokan air untuk mengairi sawah.

    "Saat ini paling urgen adalah pompanisasi. Baik pompa kecil maupun besar, karena di beberapa wilayah sumber airnya cukup jauh dari lahan pertanian," katanya.

    Menurut dia, BP Mektan telah menyalurkan sekitar 75 unit pompa di Kabupaten Cirebon untuk membantu petani mempertahankan aktivitas budidaya padi selama musim kemarau.

    Ia mengatakan seluruh bantuan tersebut terus dipantau pemanfaatannya, agar dapat digunakan secara optimal.

    "Apabila terdapat pompa yang sementara tidak dipakai oleh satu kelompok tani, peralatan itu akan dipindahkan ke lokasi lain yang sedang mengalami kekeringan," ujarnya.

    Selain memperkuat pompanisasi, BP Mektan juga mengoptimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat (TR4) untuk mempercepat pengolahan lahan, terutama pada sawah yang tanahnya mengeras setelah panen menggunakan combine harvester.

    Tatang menjelaskan traktor roda empat memiliki kemampuan mengolah tanah yang lebih baik dibandingkan traktor roda dua pada lahan padat, sehingga dapat membantu petani menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi.

    Lebih lanjut, ia menuturkan kebutuhan pompa di setiap wilayah berbeda, karena dipengaruhi kondisi topografi dan jarak sumber air.

    Bahkan di sejumlah daerah, kata dia, petani harus menggunakan dua hingga tiga unit pompa agar air dapat dialirkan sampai ke areal persawahan.

    Tatang menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di tingkat provinsi maupun kabupaten agar penanganan dampak kekeringan berjalan terpadu dan kebutuhan petani dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

    "Semua pihak yang mendukung harus berkesinambungan. Apa yang dibutuhkan petani, kita kontribusikan secara bahu-membahu," katanya.

    Pewarta: Fathnur Rohman
    Editor : Ricky Prayoga

    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-28 10:36:07 +0000 UTC