BNPB Ungkap Kabar Terbaru Gempa NTT: Tak Ada Lagi Warga Dilaporkan Hilang
Senin, 17 Agustus 2026 - 20:33 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada lagi laporan warga yang hilang akibat gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, hingga Senin, 17 Agustus 2026, pihaknya tidak lagi menerima laporan mengenai warga yang hilang di wilayah terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hingga saat ini tanggal 17 Agustus, sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak," kata Berton dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Baca Juga
Meski tidak ada laporan baru terkait warga hilang, personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak. Tim tersebut tetap melakukan pencarian dan evakuasi sebagai bagian dari penanganan pascagempa.
Rumah Sakit Lapangan Dikirim ke Dua Wilayah
Baca Juga
Penanganan korban gempa juga dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke wilayah terdampak.
Dua rumah sakit lapangan tersebut ditempatkan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Berton menjelaskan fasilitas tersebut dibutuhkan karena sejumlah rumah sakit dan puskesmas turut terdampak gempa bumi.
"Rumah sakit lapangan ini dapat melayani para warga yang menjadi korban, mengingat banyak rumah sakit maupun puskesmas yang terdampak," jelasnya.
Selain mengirimkan rumah sakit lapangan, Kemenkes juga mengerahkan tim untuk mendukung penanganan krisis kesehatan di daerah terdampak.
Tim Manajemen Krisis Dikerahkan ke Sikka dan Ende
Berton mengatakan Kemenkes telah mengirimkan dua tim manajemen krisis kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.
Pengiriman tim tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan kondisi kesehatan masyarakat setelah bencana gempa bumi melanda sejumlah wilayah di NTT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemenkes juga telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center sebagai bagian dari koordinasi penanganan kedaruratan kesehatan.
"Kementerian Kesehatan juga sudah melakukan aktivasi terhadap Health Emergency Operation Center, di mana operasi kesehatan ini, emergency krisis ini, kesehatan krisis ini berlokasi di sembilan lokasi strategis dan di delapan titik tingkat kabupaten kota yang saat ini terdampak," ujar Berton.
Halaman Selanjutnya
Aktivasi pusat operasi tersebut dilakukan di sejumlah lokasi strategis dan titik di tingkat kabupaten/kota yang terdampak gempa.