Moehamad Dheny Permana

| 15 September 2026, 21:17 WIB

BNPB Susun Langkah Mitigasi Dampak Kekeringan, dari Optimalisasi Cadangan hingga Pemerataan Distribusi Air

Plt. Kapusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut periode kekeringan secara umum berlangsung Mei hingga Desember. - Foto: BNPB

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah-langkah untuk memitigasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap periode kekeringan yang berdasarkan tren berlangsung cukup panjang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, berdasarkan tren pada 2015-2025, periode kekeringan secara umum berlangsung dari Mei hingga Desember.

Namun, puncak kekeringan bervariasi setiap tahunnya. Pada 2018, misalnya, puncak kekeringan terjadi pada Juli, sedangkan pada 2023 terjadi pada September.

Oleh karena itu, ia mengatakan, tren tahunan serta variasi puncak kekeringan tersebut perlu segera dimitigasi. Terutama karena kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh curah hujan yang tidak merata.

Baca Juga: Petani Cirebon Rasakan Langsung Manfaat Program Prabowo, Pompanisasi Jaga Sawah Tetap Produktif di Musim Kemarau

"Jadi, ini perlu disikapi dengan bijak oleh semua warga negara karena ini juga bisa mengganggu produksi pertanian, menurunkan ketersedian air bersih, meningkatkan risiko kebakaran, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat," jelas Berton, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Sebagai langkah mitigasi, BNPB akan menjalankan empat strategi utama.

Pertama, BNPB akan mengoptimalkan cadangan air melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pengisian embung, danau, waduk, dan penampungan air lainnya. Upaya tersebut akan dilakukan bersama unsur pemerintah lainnya.

Kedua, BNPB akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi kekeringan dengan mendukung penyediaan sarana dan prasarana air, terutama pembangunan sumur dalam.

"Dan BNPB sudah melakukan beberapa pembangunan sumur dalam, ada yang kita lakukan di beberapa kabupaten dan provinsi," ujar Berton.