BMKG Palu perkuat kesiapsiagaan warga hadapi bencana lewat sekolah lapang gempa
Selasa, 1 September 2026 11:22 WIB
Masyarakat dan pegawai pemerintah Kabupaten Sigi saat melakukan simulasi gempa bumi di Desa Bora, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Moh Salam
Kabupaten Sigi (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG).
"Sekolah Lapang Gempa Bumi ini menjadi prioritas nasional dari BMKG dan menjadi program yang sudah terlaksana kurang lebih lima sampai dengan enam tahun," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro di Sigi, Selasa.
Ia mengemukakan pentingnya SLG dalam memberikan pemahaman teknis dan mitigasi bencana secara mandiri.
"Tentunya langkah ini dinilai krusial mengingat bencana alam seperti gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti waktu kejadiannya," ucapnya.
Menurut dia, wilayah Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah merupakan daerah yang rawan bencana gempa bumi.
"Jadi memang kita tidak pernah tahu gempa bumi itu akan terjadi di pagi, siang, atau malam hari. Sehingga harapannya ada kesiapsiagaan masyarakat, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana gempa bumi," sebutnya.
Cipto menyebutkan perlu adanya edukasi kebencanaan yang berkesinambungan oleh BMKG kepada masyarakat.
"Harapannya seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sigi semakin siap dan tanggap sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi dapat diminimalkan," kata dia.

Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026