asiawebawards.com
  • 2026-08-15 00:51:15 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    BMKG: NTT, NTB, dan Sulsel siaga tsunami 0,5 hingga 3 meter

    BMKG: NTT, NTB, dan Sulsel siaga tsunami 0,5 hingga 3 meter

    Sabtu, 15 Agustus 2026 07:51 WIB

    Image Print

    Titik koordinat gempa bumi tektonik berkekuatan 7 magnitudo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/HO-BMKG)

    Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya ancaman potensi tsunami berstatus Siaga dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 3 meter di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) usai gempa tektonik magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo.

    Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan peringatan dini tsunami diterbitkan menyusul gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer yang berpusat di laut, berjarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

    "Berdasarkan hasil pemodelan, gempa ini berpotensi tsunami di Provinsi NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB dengan status ancaman Siaga berketinggian 0,5 sampai 3 meter, serta status Waspada di bawah 0,5 meter," kata Wijayanto di Jakarta, Sabtu.

    Wilayah dengan status Siaga (potensi gelombang 0,5–3 meter) meliputi kawasan Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Flores Timur di NTT, serta Kabupaten Jeneponto di Sulawesi Selatan.

    Sementara wilayah berstatus Waspada (potensi gelombang kurang dari 0,5 meter) mencakup Bima dan Dompu di NTB, Wajo di Sulawesi Selatan, serta sebagian kawasan Flores Timur. BMKG memperkirakan waktu kedatangan gelombang pertama bervariasi mulai pukul 05.02 WIB hingga 06.01 WIB.

    BMKG mencatat dampak guncangan gempa paling kuat dirasakan di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay pada skala VII MMI, yang menyebabkan warga berhamburan keluar rumah serta memicu kerusakan ringan pada bangunan. Skala VI MMI juga dirasakan di Wolowae dan Bajawa, serta skala V MMI di Ende, Borong, dan Ruteng.

    Merespons potensi bencana tersebut, BMKG mengimbau warga di kawasan berstatus Siaga untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi, sedangkan masyarakat di area Waspada diminta menjauhi kawasan pantai dan tepi sungai.

    "Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya menegaskan.

    Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Sehubungan dengan kejadian tersebut, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap tenang, tidak panik, dan senantiasa mengutamakan keselamatan diri serta keluarga,” kata Juventus dalam keterangan resminya diterima di Kupang, Sabtu.

    Khusus masyarakat yang berada di wilayah pesisir, ia meminta warga tetap siaga dan waspada terhadap potensi tsunami sesuai informasi BMKG, meskipun potensi tersebut relatif kecil.

    Ia juga meminta masyarakat untuk sementara menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, kawasan pantai, dan tepi sungai serta menuju tempat aman apabila diperlukan.

    Warga juga diminta mengikuti arahan resmi dari BPBD, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Selain itu, masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan, alat penerangan, dan kebutuhan lainnya.

    Bupati juga meminta masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi BMKG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Sikka.

    “Bagi masyarakat di wilayah pesisir, agar senantiasa memperhatikan perkembangan informasi dan segera mengikuti arahan evakuasi apabila terdapat perintah dari pihak berwenang,” ujar dia.

    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Ancaman tsunami berstatus Siaga 0,5-3 meter di NTT, NTB, Sulsel

    Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
    Editor: Yuniati Jannatun Naim
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-15 00:51:15 +0000 UTC