BMKG catat 111 gempa susulan di NTT
BMKG catat 111 gempa susulan di NTT
Sabtu, 15 Agustus 2026 12:23 WIB
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Sabtu (15/8/2026. ANTARA/Kornelis Kaha
Kupang (ANTARA) - BMKG Stasiun Geofisika melaporkan hingga pukul 10.00 WITA jumlah gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 111 kali.
“Informasi terbaru hingga pukul 10.00 WITA telah terjadi total 111 kali gempa bumi susulan,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tystama di Kupang, Sabtu pagi.
Hal ini disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Kupang bersama pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang bertempat di Mapolda NTT.
Walaupun magnitudo gempa sudah mulai mengecil, dia mengimbau masyarakat di Flores untuk selalu waspada, karena gempa susulan masih terus terjadi. Sementara itu terkait peringatan dini tsunami, ujarnya, saat ini telah dicabut.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG ) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu pukul 05.58 WITA waktu setempat.
Pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur. Lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer
Baca juga: Gempa NTT, Gubernur: Korban meninggal bertambah
Sementara itu, sebelumnya BMKG menyebut bahwa gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores.
"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, sesar ini berpotensi menyebabkan gempa bumi bermagnitudo 7,8 hingga 7,9.
"Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 - 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," kata Wijayanto.
Baca juga: Gempa NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK segera ke Nagekeo
Ia mengatakan bahwa pada tahun 1992 pernah terjadi gempa bermagnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan parah saat itu.
"Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya," kata Wijayanto.
BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Pihaknya akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat.
"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Wijayanto.
Baca juga:
Gempa NTT, Gubernur bergerak cepat
BMKG: Gempa NTT akibat sesar naik busur belakang Flores
Gempa NTT, Mensesneg koordinasikan kesiagaan pemerintah
Gempa NTT, Basarnas evakuasi tiga korban reruntuhan bangunan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG : 111 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,7
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.