BMKG Bangka Belitung deteksi 40 titik panas - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendeteksi 40 titik panas di daerah ini, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan selama musim kemarau.
"Titik panas ini bukan berarti telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi saat menghadiri apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan hasil pemantauan BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (10/8) terdeteksi 40 titik panas dan titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
"Kita setiap hari memantau titik panas untuk diinformasikan kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk disebarluaskan kepada masyarakat," katanya.
Ia menyatakan selama musim kemarau tahun ini, titik panas yang terdeteksi cukup banyak, tetapi bukan berarti telah terjadi kebakaran di titik tersebut.
"Hotspot ini hanya titik panas berbeda dengan titik api atau firespot yang merupakan lokasi kejadian kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau ini untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar yang merugikan masyarakat lainnya.
"Hari ini Gubernur dan Kapolda Kepulauan Babel telah melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan sengaja, karena potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi mengingat kondisi semak belukar dan hutan yang mulai mengering," ujarnya.
Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.