Bintan terima sertifikat bebas malaria dari Kemenkes RI
Bintan terima sertifikat bebas malaria dari Kemenkes RI
Selasa, 28 Juli 2026 20:37 WIB
Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti menerima sertifikat eliminasi malaria dari Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Bintan
Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menerima sertifikat eliminasi atau bebas malaria dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia tahun 2026.
"Sertifikat ini menjadi motivasi bagi kami untuk tetap waspada dan konsisten dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya malaria," kata Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti usai menerima sertifikat eliminasi malaria dari Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. dr. Sujudi, Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa.
Deby menyebut pencapaian ini hasil dari kerja sama seluruh pihak mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan/desa, hingga partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan bebas dari sarang nyamuk.
Penghargaan ini, kata dia, merupakan asesmen dari tahun 2022 sampai 2025 dalam mengendalikan dan menurunkan kasus malaria hingga mencapai standar eliminasi sesuai target nasional.
Deby menegaskan komitmen Pemkab Bintan untuk menjaga status eliminasi malaria dengan mengedukasi, mengawasi, dan mengintervensi cepat di lapangan.
"Upaya-upaya yang telah dilakukan akan terus diperkuat agar Bintan benar-benar berada dalam 'zero malaria' dan menjaga stabilitas kesehatan masyarakat," ujar dia.
Sementara Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyampaikan peringatan Hari Malaria Sedunia tahun ini mengangkat tema 'Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus'. Tema yang diangkat menandakan tekad dan komitmen luar biasa untuk memutus mata rantai malaria hingga ke pelosok negeri.
Dia mengatakan kasus kematian akibat malaria di tanah air cukup tinggi, namun menunjukkan tren penurunan yang sangat baik.
Karena itu, ia mendorong sinergi yang semakin kuat antara pemerintah lewat tenaga kesehatan bersama seluruh pihak termasuk masyarakat supaya bersama-sama memiliki tekad untuk mengakhiri malaria.
Berdasarkan data terakhir, tercatat ada 414 kabupaten/kota di berhasil mencapai eliminasi malaria. Kemenkes menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030.
"Semua capaian selama ini tidak terlepas dari kerja keras dan partisipasi masyarakat yang juga menjadi indikator penting dalam setiap langkahnya," ucap Dante.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.