asiawebawards.com
  • 2026-07-22 06:42:27 +0000 UTC

    Jul 22, 2026

    Biaya Dana Obligasi Naik, Kredit Bank Kian Kompetitif

    ILUSTRASI. Obligasi Negara/SUN (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

    Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Era suku bunga tinggi mendorong naik tawaran imbal hasil (yield) surat utang alias obligasi. Hal tersebut membuat daya saing kredit perbankan sebagai sumber pendanaan korporasi meningkat. 

    Lembaga pemeringkat efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat ada total Rp 87,35 triliun obligasi yang diterbitkan korporasi nasional sepanjang semester I-2026. Nominalnya turun 3,91% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

    Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo Suhindarto menyebut, melandainya penerbitan obligasi oleh korporasi ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan biaya dana seiring naiknya suku bunga acuan selama kuartal II-2026. 

    Baca Juga: Danantara Perkuat PNM, Pendampingan 23,3 Juta Nasabah Ultra Mikro Jadi Fokus

    Untuk obligasi korporasi dengan rating relatif rendah, utamanya A ataupun BBB, yield yang ditawarkan bakal cenderung lebih tinggi ketimbang bunga kredit bank. Dus, korporasi perlu menggelontorkan biaya dana lebih besar jika memutuskan menerbitkan obligasi alih-alih mengambil kredit bank. 

    “Sehingga mungkin memang akhirnya membuat penerbitan lebih selektif di tahun ini,” ujar Darto dalam konferensi pers daring, Rabu (22/7/2026). 

    Namun, rasio penerbitan terhadap jatuh tempo naik menjadi 158,2% dari posisi 140,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Artinya, 58,2% dari total nilai obligasi yang diterbitkan korporasi merupakan penerbitan baru, bukan semata refinancing untuk obligasi jatuh tempo. 

    Jika dilihat dari tujuan penerbitannya, memang obligasi untuk refinancing berkurang nilainya dari Rp 31,49 triliun menjadi Rp 23,1 triliun. Obligasi untuk modal kerja juga turun dari Rp 56,2 triliun menjadi Rp 44,77 triliun, sementara obligasi untuk investasi melesat dari Rp 3,14 triliun menjadi Rp 19,48 triliun. 

    Melihat tren itu, Darto bilang sejatinya obligasi tetap menjadi alternatif yang menarik sepanjang semester I-2026. Namun dengan biaya dana yang mulai meningkat, bukan tak mungkin korporasi bakal mulai cenderung mempertimbangkan menggalang dana dari kredit bank. 

    “Mengingat biaya dananya sudah mulai mengalami peningkatan, jadi memang kami coba pantau lagi ke depannya seperti apa,” sebutnya. 

    Baca Juga: Jamkrida Sumbar Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Klaim

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


    Tag

    • kredit bank
    • Obligasi
    • Pefindo
    • Pt Pefindo


    2026-07-22 06:42:27 +0000 UTC