AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga, tetapi penguatan sumber pertumbuhan perlu terus dilakukan. Salah satu perhatian BI adalah meningkatkan peran investasi swasta, di tengah investasi pemerintah yang masih menjadi penopang pertumbuhan.

Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, konsumsi rumah tangga tetap terjaga seiring dukungan berbagai stimulus fiskal pemerintah. Selain itu, keyakinan konsumen dan ekspektasi terhadap pendapatan juga mulai menguat.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik dan perlu terus didorong dengan mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Destry, investasi juga masih tumbuh baik. Namun, pertumbuhan tersebut terutama ditopang investasi pemerintah, sedangkan kontribusi investasi swasta masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi

"Investasi juga tetap tumbuh baik terutama ditopang oleh investasi pemerintah di tengah peran investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan," ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam fase yang membutuhkan penguatan sumber pertumbuhan dari sisi domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan atau year on year (yoy).

Pada periode yang sama, konsumsi pemerintah tumbuh 15,97% yoy dan menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi.

BI menilai stimulus pemerintah masih berperan dalam menjaga konsumsi masyarakat. Namun, untuk menjaga pertumbuhan yang lebih kuat dan berdaya tahan, penguatan investasi swasta menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Dari sisi eksternal, BI juga mencatat kinerja ekspor nonmigas meningkat sejalan dengan naiknya permintaan dari sejumlah negara. Meski demikian, BI menilai manfaat dari kenaikan harga komoditas ekspor masih perlu dioptimalkan.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik, didukung implementasi berbagai program stimulus pemerintah, keyakinan pelaku ekonomi yang membaik, serta optimalisasi berbagai sumber pertumbuhan ekonomi," kata Destry.