BI NTT: FCE 2026 mendorong inovasi dan daya saing UMKM
Selasa, 22 September 2026 22:17 WIB
Kepala Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso (kedua dari kiri) menyampaikan paparan terkait persiapan pelaksanaan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Selasa (22/9/2026). ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan inovasi dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 dengan memperluas cakupan komoditas unggulan daerah.
“NTT memiliki komunitas yang sangat banyak dan kaya. Ada wastra, kopi, makanan dan minuman, serta berbagai produk kreatif. Potensi-potensi tersebut ingin kami angkat melalui Flobamorata Creative Expo 2026,” kata Kepala Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso di Kupang, Selasa.
Menurut dia, perluasan cakupan komoditas tersebut juga diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM mengembangkan inovasi dan meningkatkan skala usahanya sehingga memiliki daya saing yang lebih baik.
“Tidak hanya mengangkat produk yang sudah ada, kami ingin mendorong bagaimana UMKM yang sudah berjalan bisa naik kelas,” ujarnya.
Adidoyo menjelaskan FCE 2026 akan menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni talk show, master class, dan perlombaan yang berkaitan dengan pengembangan potensi ekonomi kreatif.
Melalui talk show, peserta akan memperoleh wawasan mengenai komoditas seperti kopi, wastra, serta makanan dan minuman. Sementara master class diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
“Kami ingin memberikan pengetahuan dan wawasan terkini kepada para pelaku usaha agar dapat menerapkan praktik-praktik usaha yang lebih baik dan mengembangkan bisnisnya,” katanya.
FCE 2026 juga dirancang sebagai ruang promosi dan pengenalan produk unggulan NTT kepada pasar yang lebih luas. Sebanyak 53 UMKM akan terlibat dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026.
Menurut Adidoyo, penyelenggaraan FCE merupakan pengembangan dari kegiatan sebelumnya yang telah lima kali dilaksanakan di NTT. Melalui FCE, cakupan kegiatan diperluas untuk tidak hanya berfokus pada satu subsektor, tetapi mencakup berbagai potensi ekonomi kreatif daerah.
“Kalau kita bedah namanya, Flobamorata Creative Expo, kami berupaya mengangkat semaksimal mungkin potensi-potensi yang ada di NTT. Ada unsur kreatif yang kami dorong melalui inovasi para pelaku usaha,” katanya.
FCE 2026 juga membawa aspek kepedulian sosial dengan mengajak pelaku UMKM dan pengunjung berkontribusi bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Dia mengatakan sebagian hasil penjualan UMKM akan didonasikan, sementara seluruh hasil penjualan kain tenun yang diproduksi kelompok pembinaan tenun yang bekerja sama dalam kegiatan tersebut akan disalurkan untuk masyarakat terdampak.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang promosi UMKM, tetapi juga memiliki manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan,” katanya.
Ia juga menambahkan FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, yang mencerminkan upaya memperkuat potensi ekonomi kreatif NTT secara berkelanjutan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BI NTT: FCE 2026 dorong inovasi dan daya saing UMKM
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.