Samarinda (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) bersama pemerintah daerah (pemda) se- Kaltim bersinergi menyusun peta jalan penguatan investasi untuk periode 2026-2028 guna mempercepat realisasi penanam modal berkelanjutan di wilayah ini.
"Peta jalan ini menjadi pedoman bersama, mencakup penyelesaian rencana tata ruang wilayah (RTRW), rencana detail tata ruang (RDTR), serta penyiapan proyek siap ditawarkan atau investment project ready to offer (IPRO)," ujar Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Kamis.
Pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap, yakni persiapan dan perencanaan pada 2026, pengembangan dan pelaksanaan pada 2027, serta pemantauan dan realisasi pada 2028. Untuk proyek yang telah memenuhi syarat dipersilakan berjalan lebih cepat tanpa menunggu tahapan.
Peta jalan tersebut sudah disusun dan disepakati bersama melalui penandatanganan Komitmen Bersama Penguatan Sinergi dalam Mendukung Pelaksanaan Peta Jalan Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kaltim 2026-2028, dalam High Level Meeting (HLM) RIRU Kaltim 2026 di Kantor BI Kaltim, Rabu (16/9).
Jajang menyampaikan bahwa stabilitas makroekonomi yang terjaga, kelayakan proyek yang matang, serta kepastian berusaha menjadi kunci utama guna menumbuhkan kepercayaan para penanam modal.
"Sementara RIRU berfungsi sebagai wadah koordinasi strategis untuk menyiapkan dan mempromosikan proyek unggulan, mengatasi hambatan investasi, serta menindaklanjuti minat yang telah ditunjukkan investor," ujarnya.
BI berkomitmen terus mendukung upaya ini melalui penyediaan data ekonomi yang akurat serta pengembangan portofolio proyek berkualitas.
Sinergi ini diharapkan mendorong investasi yang memperkuat hilirisasi, mengembangkan sektor non-ekstraktif, memperluas peran UMKM dan usaha lokal, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Kaltim.
Sementara Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, RIRU yang melibatkan lintas sektor mulai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota ini menjadi ruang strategis membahas isu-isu investasi untuk mempercepat masuk daerah.
Ia menekankan potensi investasi yang besar bagi Kaltim harus dioptimalkan melalui penawaran proyek yang bersih dan jelas statusnya, sehingga memberikan kepastian sejak awal bagi para investor.
"Langkah selanjutnya yang disiapkan adalah Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 pada Oktober mendatang, forum yang menjadi ajang mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari dalam maupun luar negeri," katanya.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.