Dompu, NTB (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) memfasilitasi investasi tambak udang intensif senilai Rp30 miliar di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dengan luas lahan yang diajukan mencapai 10 hektare.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu Amiruddin mengatakan proyek tambak udang intensif di Teluk Saleh, Kecamatan Pekat, tersebut menjadi satu-satunya usulan investasi daerah yang mendapat sinyal positif dari BI untuk ditawarkan kepada investor.
"BI menjaring potensi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Dompu, untuk dipromosikan kepada investor. Dari beberapa proyek yang kami ajukan, yang mendapat lampu hijau dari BI adalah tambak udang intensif di Teluk Saleh," katanya kepada ANTARA di Dompu, NTB, Jumat.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Dompu sebelumnya mengajukan sejumlah potensi investasi dari berbagai sektor, antara lain pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kelautan dan perikanan.
Namun, dari sejumlah usulan tersebut, proyek budi daya udang skala intensif menjadi proyek yang mendapat respons positif dari BI untuk masuk dalam proses fasilitasi investasi.
Amiruddin mengatakan investasi tersebut merupakan investasi swasta yang difasilitasi BI, dengan pengembangan usaha diarahkan untuk pasar ekspor.
Tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dompu telah ke Jakarta untuk menindaklanjuti proses fasilitasi tersebut.
Selanjutnya, tim BI dijadwalkan melakukan survei lokasi yang diajukan di Teluk Saleh pada awal September 2026.
Di sisi lain, Kabupaten Dompu saat ini memiliki empat lokasi tambak udang yang masih aktif berproduksi, yakni di Kiwu, Hodo, Soritatanga, dan Nangakara.
Tambak tersebut membudidayakan udang vaname dengan target produksi rata-rata mencapai 40 ton per hektare per tahun.
Amiruddin mengatakan keberadaan tambak yang masih berproduksi menunjukkan sektor budi daya udang memiliki peluang untuk terus dikembangkan di Kabupaten Dompu.
Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung proses fasilitasi investasi sesuai kewenangan daerah dan menunggu hasil survei BI sebagai dasar tindak lanjut pengembangan proyek tambak udang intensif tersebut.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026